Samarinda

Program Makan Bergizi Gratis di Samarinda Terkendala Peralatan Dapur

520
×

Program Makan Bergizi Gratis di Samarinda Terkendala Peralatan Dapur

Sebarkan artikel ini
MBG DI SAMARINDA - Ilustrasi murid SD di Samarinda menikmati momen makan bergizi gratis. Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis di Kota Samarinda, Kalimantan Timur sejauh ini terkendala dengan peralatan dapur, Selasa (4/3/2025). Nantinya, setelah semua perlengkapan tiba, dapur-dapur ini dapat beroperasi secara simultan dan saling mendukung satu sama lain dalam pelaksanaan program.  

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis di Kota Samarinda, Kalimantan Timur sejauh ini terkendala dengan peralatan dapur. 

Program nasional Makan Bergizi Gratis atau biasa disingkat MBG telah berjalan di Kota Samarinda sejak dua bulan terakhir. 

Program ini pertama kali dilaksanakan di SDN 004 Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, sebagai bagian dari upaya meningkatkan asupan gizi bagi anak sekolah. 

Namun, dari tiga dapur umum yang disiapkan untuk mendukung pelaksanaan program ini, baru satu yang beroperasi penuh, yakni di Kecamatan Samarinda Utara.

Sementara dua dapur lainnya, yang berlokasi di Jalan Suryanata Perumahan Wiratama dan Jalan Antasari Gang Keluarga di Kecamatan Samarinda Ulu, masih dalam tahap persiapan.

Hal ini dikarenakan beberapa komponen utama yang harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) masih dalam proses pengiriman.  

Komandan Kodim 0901 Samarinda, Kolonel Inf Yusub Dody Sandra menegaskan bahwa target produksi MBG di Samarinda adalah 3.000 hingga 3.500 porsi makanan per hari.

Dengan kapasitas tersebut, diharapkan program ini dapat menjangkau lebih banyak sekolah yang sebelumnya belum mendapatkan akses makanan bergizi.  

“Ke depannya, kami berharap seluruh target dari pemerintah dapat tercapai sepenuhnya, ujar Kolonel Yusub pada 4 Maret 2025.

Di samping itu, ia juga mengajak seluruh pihak terkait untuk turut serta dalam menyukseskan program ini.

Menurutnya, dukungan dari berbagai stakeholder di Samarinda sangat diperlukan agar MBG dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.  

Saat ini, baru satu dapur yang beroperasi, sementara rencana ke depan adalah menggelar dapur di seluruh 10 kecamatan di Samarinda secara serentak.

Namun, pelaksanaannya masih menunggu kelengkapan beberapa komponen yang harus memenuhi standar tertentu untuk menjamin keamanan dan kualitas makanan yang disalurkan.  

Baca Juga:   Buka Puasa Bersama Media, Andi Harun Tegaskan Pentingnya Sinergi Membangun Samarinda

“Kami masih menunggu beberapa komponen yang harus dilengkapi, karena ini tidak bisa sembarangan. Semuanya harus berstandar nasional agar bisa menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.  

Kolonel Yusub juga menjelaskan bahwa keterlambatan dalam implementasi MBG di Samarinda murni disebabkan oleh proses pengadaan peralatan yang masih berlangsung.

Namun, ia optimis bahwa setelah semua perlengkapan tiba, dapur-dapur ini dapat beroperasi secara simultan dan saling mendukung satu sama lain dalam pelaksanaan program.  

“Kami berharap semua komponen bisa datang secara bersamaan sehingga operasional dapur bisa berjalan simultan,” katanya. (*)