Penajam

Warga PPU Pertanyakan Program Pendidikan Gratis, DPRD: Kami Akan Koordinasi dengan Disdikpora

436
×

Warga PPU Pertanyakan Program Pendidikan Gratis, DPRD: Kami Akan Koordinasi dengan Disdikpora

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD PPU, Syarifuddin HR (TITIKNOL.ID/CINDY)

PENAJAM, TITIKNOL.ID – Program pendidikan gratis atau Gratis Pol yang menjadi janji kampanye Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, dan Wakil Gubernur Seno Aji, mulai menuai antusiasme warga di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Masyarakat mulai mempertanyakan kapan program tersebut akan direalisasikan.

Salah satu anggota DPRD PPU, Syarifuddin HR atau yang akrab disapa Om Coy, mengungkapkan bahwa dirinya menerima banyak pertanyaan dari warga mengenai kejelasan pelaksanaan program tersebut.

“Belum apa-apa mulai terasa ini, banyak warga melayangkan pertanyaan terkait kapan program itu jalan,” ujarnya, Rabu (5/3/2025).

Sebagian besar yang mempertanyakan program ini adalah orang tua yang memiliki anak yang akan memasuki dunia perkuliahan.

Mereka berharap pemerintah segera memberikan kejelasan mengenai mekanisme dan rincian program tersebut.

“Mereka berharap pemerintah dapat segera memberikan kejelasan mengenai rincian program yang digagas Gubernur terpilih ini, tapi saya juga belum bisa jawab,” tambahnya.

Berdasarkan komitmen pemerintah, program pendidikan gratis ini akan menyasar seluruh anak di Kaltim tanpa diskriminasi, dengan syarat dan ketentuan yang masih menunggu kepastian.

Syarifuddin menegaskan bahwa masyarakat PPU sangat berharap program ini benar-benar dijalankan, sehingga semua anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

“Kalau dari kita mana bisa jalan. Memang katanya gratis, tetapi nanti dulu. Kita masih mau tanyakan ke Dinas Pendidikan PPU terkait bagaimana nanti,” katanya.

Ia memastikan DPRD PPU akan berkoordinasi dengan dinas terkait agar program ini bisa berjalan sesuai harapan masyarakat.

“Intinya, kita dukung program ini. Tapi untuk kepastian lebih lanjut soal teknis pelaksanaannya, kita akan komunikasi lagi dengan Disdikpora, supaya warga tidak salah paham,” pungkasnya. (Advertorial/TN01)