TITIKNOL.ID, PENAJAM – Meskipun pemerintah telah meluncurkan program pemeriksaan kesehatan gratis (PKG), tetapi dalam pelaksanannya tidak terlalu dimanfaatkan secara baik oleh masyarakat.
Padahal, program ini memiliki tujuan baik untuk mengubah paradigma layanan kesehatan dari pengobatan setelah sakit (kuratif) menjadi pencegahan sebelum sakit (preventif).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Jansje Grace Makisurat, menyampaikan sejak program dilaunching dari Februari lalu, nampaknya masyarakat tidak begitu antusias.
“Sebenarnya di PPU sendiri sudah ada cek kesehatan gratis untuk masyarakat, kemudian turunan dari pusat ada lagi yang membedakan, yakni warga dapat memanfaatkan momen saat berulang tahun untuk melakukan skrinning kesehatan gratis,” ujarnya, Jumat (21/3/2025).
Ia mengatakan sebanyak 200 masyarakat yang sudah melakukan pendaftaran, namun di lapangan hanya belasan yang melaksanakan kesehatan gratis.
“Nggak terlalu sukses ya, peminatnya sepi, yang datang ke fasilitas kesehatan baru 14 orang,” ujarnya.
Padahal seluruh puskesmas di PPU menyediakan layanan cek kesehatan gratis ini.
“Kami gencar sosialisasikan dan mereka mendaftar, tetapi tidak datang,” katanya.
Ia berharap program ini dapat dimanfaatkan dengan lebih maksimal karena membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatan mereka, mendeteksi risiko penyakit hingga mampu melakukan pencegahan dini.
“Untuk alat kesehatan stoknya masih banyak, jadi belum ada dropping lagi dari pusat. Kami sendiri pun sebenarnya sudah prediksi, warga di PPU kurang memanfaatkan program ini,” tutupnya.
(Advertorial/TN01)












