Wisata

Museum Mulawarman jadi Destinasi Favorit Libur Lebaran 2025, Ada Turis dari Brunei Darussalam

418
×

Museum Mulawarman jadi Destinasi Favorit Libur Lebaran 2025, Ada Turis dari Brunei Darussalam

Sebarkan artikel ini
DESTINASI WISATA PENDIDIKAN - Museum Mulawarman yang terletak di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur jadi tempat favorit masyarakat untuk mengisi libur lebaran Idul Fitri 2025. (HO/Pemprov Kaltim)

TITIKNOL.ID, TENGGARONG – Museum Mulawarman yang terletak di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur jadi tempat favorit masyarakat untuk mengisi libur lebaran Idul Fitri 2025. 

Hal ini terbukti, situs wisata bersejarah di Tenggarong ini mencatat lonjakan signifikan dalam jumlah pengunjung selama libur lebaran Idul Fitri 2025.  

Tak hanya menarik minat wisatawan lokal, museum ini juga mendapat kunjungan dari mancanegara, termasuk wisatawan asal Brunei Darussalam yang mengunjungi museum baru-baru ini.

Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa kekayaan budaya Indonesia mampu menembus batas negara dan menarik perhatian internasional.

Kepala Tata Usaha UPTD Museum Mulawarman, Sugiyono menyampaikan bahwa wisatawan asal Brunei memberikan apresiasi tinggi terhadap keberagaman koleksi serta keramahan dan profesionalisme petugas museum.

“Mereka sangat terkesan dengan pelayanan kami dan merasa disambut hangat. Petugas kami pun siap memberikan edukasi dengan antusias kepada setiap pengunjung,” beber Sugiyono.

Diketahui, selama masa libur Lebaran, kunjungan harian ke museum melonjak hingga 500 sampai 700 orang per hari, naik drastis dibandingkan hari biasa yang hanya berkisar 100 hingga 150 orang.

Salah satu pemicu utama tingginya antusiasme ini adalah kebijakan pembebasan biaya masuk hingga Juni mendatang, sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses masyarakat terhadap edukasi budaya.

Kebijakan ini dinilai efektif, terutama dalam menjangkau kalangan pelajar, keluarga, hingga wisatawan luar negeri.

Pemerintah daerah tak hanya memberikan akses gratis, tetapi juga memperkuat infrastruktur dan layanan di museum.

Sebagai bagian dari transformasi pelayanan publik, pengelola museum telah melakukan penataan ulang ruang pameran, menciptakan pengalaman kunjungan yang lebih nyaman dan menarik.

Di beberapa titik strategis, kini tersedia kios informasi yang mempermudah pengunjung dalam memahami konteks sejarah dan nilai budaya dari koleksi yang dipamerkan.

Baca Juga:   Megawati Tegaskan Hubungan Baik dengan Prabowo: Bukan Musuhan, Dia Suka Nasi Goreng Saya

Sugiyono menambahkan, pihaknya akan terus mendorong inovasi dan kualitas layanan agar Museum Mulawarman menjadi tempat belajar yang menyenangkan sekaligus inspiratif.

“Kami ingin pengunjung merasa puas dan membawa pulang pengalaman bermakna. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya bangsa,” katanya.

Dengan lebih dari 5.000 koleksi, mulai dari artefak arkeologi, etnografi, hingga seni dan sejarah lokal, Museum Mulawarman menjadi etalase penting bagi kekayaan budaya Kalimantan.

Koleksi unggulan seperti singgasana kerajaan, patung Lembuswana, senjata Suku Dayak, dan keramik Dinasti Cina menjadi daya tarik utama bagi pengunjung.

Sebagai wujud keseriusan pemerintah dalam menghadirkan layanan publik berbasis teknologi, Museum Mulawarman juga meluncurkan aplikasi dan situs web resmi agar memiliki 3 keuntungan bagi pengunjung. 

Yakni sebagai berikut: 

  • Pengunjung bisa mengakses informasi mendalam;
  • Pengunjung bisa merencanakan kunjungan;
  • hingga mengikuti agenda pameran secara digital. 

“Inovasi digital ini menjadi langkah maju dalam memperluas jangkauan museum secara nasional dan global,” beber Sugiyono. (*)