Titiknol IKN

Basuki Hadimuljono: Pembangunan IKN Masuk Tahap Kedua, Fokus pada Gedung Legislatif dan Yudikatif

375
×

Basuki Hadimuljono: Pembangunan IKN Masuk Tahap Kedua, Fokus pada Gedung Legislatif dan Yudikatif

Sebarkan artikel ini
Foto: Dok. Otorita IKN

TITIKNOL.ID – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, mengungkapkan bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) telah memasuki tahap kedua.

Pada tahap ini, fokus pembangunan akan dialihkan pada gedung legislatif dan yudikatif.

Dalam pertemuan dengan seribu pelaku usaha properti yang tergabung dalam Asosiasi Real Estate Indonesia (REI) di kantor Kemenkeo 3, Basuki menyampaikan bahwa banyak hal yang masih perlu dibangun di IKN.

“Memasuki 2025, pembangunan IKN masuk tahap kedua. Untuk legislatif dan yudikatif, itu yang harus kita kerjakan di 2025 sampai 2028,” ujar Basuki pada Jumat (16/5/2025).

Basuki menambahkan, pembangunan fondasi IKN secara perkotaan telah dimulai pada 2022 hingga 2024.

Pada tahap ini, berbagai gedung seperti perkantoran, hunian, dan istana negara dipercepat pembangunannya.

Selain itu, infrastruktur pendukung seperti jalan, jalan tol, akses air, embung, dan jaringan internet juga sudah berfungsi dengan baik.

Dua hotel, yaitu Hotel Kubika (bintang 3) dan Hotel Swiss-bell (bintang 5), telah beroperasi di IKN.

Fasilitas kesehatan juga sudah tersedia dengan empat rumah sakit, dua di antaranya, yaitu RS Mayapada dan RS Hermina, sudah beroperasi.

Satu rumah sakit lainnya, RS Kemenkes, sedang menunggu peresmian, sementara RS Abdi Waluyo masih dalam tahap pembangunan.

Di sektor hunian, beberapa tower untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) telah dibangun dan mulai ditempati, begitu juga dengan rumah menteri yang telah berdiri kokoh.

Basuki menekankan bahwa pembangunan IKN tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tetapi juga melibatkan investasi dari perusahaan swasta, baik lokal maupun asing.

“Jadi pembangunan IKN tak hanya dari APBN, tapi ada investasi dan Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU),” jelasnya.

Baca Juga:   Hitung-hitungan Peluang Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2026 Usai Ditahan Bahrain

Pada tahap pertama pembangunan, APBN yang dikucurkan untuk IKN mencapai Rp 58 triliun. Sementara itu, untuk tahap kedua, anggaran yang disiapkan mencapai Rp 48,8 triliun. (*)