TITIKNOL.ID, PENAJAM – Sektor perikanan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berpotensi besar mengalami peningkatan permintaan pasar seiring kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) yang disinyalir ribuan penduduk baru akan dipindahkan ke wilayah tersebut.
Sebagai mitra IKN, kebutuhan pangan bagi masyarakat yang bersumber dari ikan sangatlah besar.
Meski demikian, kondisi usaha perikanan di Kabupaten PPU masih didominasi pada jenis usaha yang sifatnya tradisional.
Berdasarkan data Dinas Perikanan Kabupaten PPU, luas lautan mencapai 272,24 km² atau 8,17 persen dari luas keseluruhan wilayah PPU.
“Dengan luasan tersebut, produksi perikanan tangkap kita masih cukup baik karena mampu menghasilkan 6.606,66 ton hasil laut,” ungkap Kepala Dinas Perikanan PPU, Rozihan Asward, Selasa (20/5/2025).
Angka tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangan dari sisi perikanan.
“Itu juga karena kami punya 367 kelompok nelayan, dengan total nelayan perikanan tangkap sebanyak 2.902 orang,” kata Rozihan.
Mereka didukung dengan kapal tangkap sebanyak 2.505 unit dan berbagai jenis alat tangkap, meliputi bubu, jala tebar, pancing ulur, pukat dorong, dan sebagainya.
“Sebaran laut kita ada di laut Tanjung, Laut Balikpapan, Laut Api-api, Laut Babulu, Muara Telake, Muara Adang, Perairan Grogot hingga Tanjung Aru,” katanya.
Hasilnya, komoditas unggulan seperti cumi, ikan kembung, ikan layang, tenggiri, udang, kakap putih, ikan bawal, kepiting, tongkol dan sebagainya.
“Hasil produksi perikanan yang melimpah ini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat PPU sendiri, namun juga dapat dipasarkan ke luar daerah, seperti Paser dan Balikpapan, bahkan Kaltimantan Selatan,” ujarnya.
Sektor perikanan di Kabupaten PPU, kata Rozihan, merupakan pilar penting dalam perekonomian daerah.
“Selain berkontribusi besar terhadap Pendapatan Daerah Regional Bruto, sektor perikanan ini menyediakan lapangan pekerjaan hingga sebagai ketahanan pangan,” tutupnya.
(Advertorial/TN01)












