SamarindaTitiknolKaltim

Paradigma Baru Evaluasi Pendidikan Kaltim, Sekdaprov Sri Wahyuni: Punya Program Gratispol

341
×

Paradigma Baru Evaluasi Pendidikan Kaltim, Sekdaprov Sri Wahyuni: Punya Program Gratispol

Sebarkan artikel ini
PENDIDIKAN DI KALTIM - Kegiatan Paradigma Baru Evaluasi Pendidikan, Penerapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai Instrumen Penilaian Nasional, dilaksanakan Ruang Crystal 5 Hotel Mercure, Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada Sabtu (24/5/2025). (HO/Pemprov Kaltim)

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Kegiatan Paradigma Baru Evaluasi Pendidikan, Penerapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai Instrumen Penilaian Nasional, dilaksanakan Ruang Crystal 5 Hotel Mercure, Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada Sabtu (24/5/2025).

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni mewakili Gubrnur Kaltim memberikan sambutan dalam kegiatan ini.

“Dalam acara ini kita akan mendapatkan penjelasan. Penjelasan ini dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan,” jelasnya.

Kemudian, tanggung jawab kualitas pendidikan bukan hanya hasil akhir yang dicapai oleh siswa tetapi bagaimana proses belajar mengajar dan proses pendidikan itu bisa disiapkan dengan baik oleh pemerintah daerah, yayasan pengelola pendidikan, dan asosiasi guru.

“Ini dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, nanti ada namanya asesmen nasional (AN) untuk sekolahnya. Jangan hanya guru membebankan kepada murid yang lulus tetapi dengan adanya AN maka akan terlihat semua stakeholder, guru, kepala sekolah, fasilitas perpustakaan dan lain-lain untuk bisa ditingkatkan agar bisa menghasilkan pendidikan yang berkualitas,” ungkapnya.

Kaltim memiliki program Gratispol. Pendidikan gratis di Kaltim, anak-anak Kaltim yang berumur 18 tahun sampai 25 tahun yang menempuh pendidikan di universitas, institut atau sekolah tinggi yang ada di Kaltim tidak dikenakan biaya.

“Kita juga berharap anak-anak yang lulus dari dari kampus nanti mempunyai kualitas yang baik. Jadi tidak hanya mereka memiliki kesempatan juga bisa memanfaatkan fasilitas pendidikan yang baik,” terangnya.

Sekda Sri Wahyuni juga mengatakan ketika berbicara tentang bagaimana penggunaan Computer Asisted Test (CAT) untuk tes Kemampuan Akademik maka bisa menggunakan fasilitas sekolah.

“Kalau misalnya fasilitas sekolah tidak memungkinkan kita bisa menggunakan fasilitas CAT yang ada di Badan Kepegawaian, kita mempunyai gedung untuk tes itu bisa digunakan untuk 100 orang,” kata Sri. (*)

Baca Juga:   Disperkimtan PPU Butuh Tambahan Petugas untuk Kelola Taman Depan Kantor Bupati