SamarindaTitiknolKaltim

Sungai Mahakam di Kaltim Punya Potensi Besar, Gubernur Rudy Mas’ud Ingin Seperti 5 Negara

426
×

Sungai Mahakam di Kaltim Punya Potensi Besar, Gubernur Rudy Mas’ud Ingin Seperti 5 Negara

Sebarkan artikel ini
MUDIK NATARU 2026 - Ilustrasi pelajar pergi dan pulang ke sekolah andalkan transportasi air, susuri perairan sungai. Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Timur memperketat pengawasan terhadap armada kapal yang melayani rute menyusuri Sungai Mahakam rute ke Kutai Barat dan Mahakam Ulu. (Meta Ai)

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Potensi besar selain batu bara, minyak dan gas bumi yang berlimpah di Kalimantan Timur adalah Sungai Mahakam.

Di masa depan, Sungai Mahakam semestinya bisa menjadi pengungkit pergerakan ekonomi dengan kekuatan yang sangat besar. Salah satunya mengangkat kemajuan sektor pariwisata.

“Sungai Mahakam ini punya potensi sangat besar untuk pariwisata,” ujar Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud di Kantor Gubernur Kaltim, belum lama ini.

Syarat utamanya, kata Gubernur Rudy Mas’ud, saat malam hari tidak ada lagi aktivitas pengangkutan batu bara dan tongkang di Sungai Mahakam.

Malam hari, Sungai Mahakam harus lebih dimanfaatkan dengan wisata susur sungai dan konsep kreatif pariwisata lainnya.

Dengan cara itu, ke depan Kalimantan Timur bisa mengumpulkan pundi-pundi pendapatan daerah dan menghidupkan perekonomian masyarakat daerah dengan semakin meningkatnya jumlah wisatawan, pebisnis dan pekerja yang datang ke daerah ini.

Mencontoh 5 Negara

Kata Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, ada lima negara yang menjadi contoh, memanfaatkan sungai sebagai potensi daerah. 

“Kalau malam tidak ada lewat ponton, kita bisa hidupkan Sungai Mahakam kira-kira seperti di Shanghai, Vietnam, Kamboja, Philipina dan Thailand,” sebut Gubernur Rudy Mas’ud.

Contoh indah lainnya adalah Sungai Nil di Kairo, Mesir. Keindahan Sungai Nil di malam hari dengan kerlap-kerlip lampu kotanya selalu mampu menghipnotis setiap wisatawan yang datang.

“Kalau malam waktunya Sungai Mahakam jadi tempat rekreasi. Tapi catatannya, jangan ada kapal (ponton/tongkang) pengolongan (melintasi Jembatan Mahakam),” saran Gubernur Rudy Mas’ud.

Sebab kata Gubernur Rudy Mas’ud, aktivitas pengangkutan batu bara dan lain-lain pada malam hari sangat tidak baik untuk keselamatan lalu lintas sungai.

“Kan tidak menarik saat wisatawan sedang berwisata di Sungai Mahakam, tiba-tiba ada kabar pilar jembatan ditabrak ponton lagi,” ujar Gubernur, Rudy Mas’ud. (*)