TITIKNOL.ID – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mencatat sebanyak 36 perusahaan asal China telah menyampaikan minat investasi melalui surat resmi atau Letter of Interest (LoI) untuk mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Mayoritas dari mereka menyatakan kesiapan berinvestasi melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN, Agung Wicaksono, menyampaikan bahwa dari total LoI yang diterima hingga 26 Mei 2025, sebanyak 32 perusahaan memilih skema KPBU sebagai pola kerja sama.
Sementara empat lainnya menunjukkan komitmen untuk menanamkan modal langsung melalui skema Foreign Direct Investment (FDI).
“Sampai 26 Mei 2025, OIKN sudah menerima 36 LoI dari perusahaan asal Tiongkok, dan 32 di antaranya berminat menggunakan skema KPBU,” ujar Agung saat dikonfirmasi pada Senin (2/6/2025).
Agung menjelaskan bahwa sektor-sektor yang paling diminati investor China meliputi energi, perumahan, teknologi digital, pengelolaan sampah, transportasi, infrastruktur dasar, industri hijau, gaya hidup, serta media dan penyiaran.
Beragamnya sektor tersebut menunjukkan potensi IKN sebagai kawasan investasi terpadu dan berkelanjutan.
Salah satu perusahaan yang telah merealisasikan investasinya di IKN adalah PT Delonix Bravo Investment.
Perusahaan ini menjadi investor asing pionir dari China yang menggagas pembangunan Delonix Nusantara Commercial Complex sejak September 2024 lalu, dengan nilai investasi sebesar Rp500 miliar.
Kompleks Delonix Nusantara akan dibangun di atas lahan seluas 24.200 meter persegi.
Proyek ini mencakup hotel ramah lingkungan, apartemen servis, ruang ritel, perkantoran, fasilitas olahraga, serta ruang terbuka hijau.
Kehadiran kompleks ini diharapkan dapat menjadi penunjang kawasan bisnis dan hunian di jantung IKN.
Lebih lanjut, Agung juga mengungkap bahwa total potensi investasi dari konsorsium dan perusahaan asal China di IKN kini telah mencapai hampir Rp70 triliun.
Dari jumlah tersebut, Rp500 miliar telah direalisasikan oleh Delonix, sementara sisanya sebesar Rp68,4 triliun akan digulirkan melalui skema KPBU.
“Investasi dari China ini menunjukkan kepercayaan yang besar terhadap masa depan IKN. Proyek yang telah berjalan akan terus berkembang, dan kami masih membuka pintu untuk penjajakan potensi kerja sama lainnya,” tutup Agung. (*)










