SamarindaTitiknolKaltim

Jadwal Operasi Pasar Gas 3 Kg di Dua Kecamatan Samarinda Kaltim, Syarat Punya Kartu 

348
×

Jadwal Operasi Pasar Gas 3 Kg di Dua Kecamatan Samarinda Kaltim, Syarat Punya Kartu 

Sebarkan artikel ini
GAS SUBSIDI BERAU - Gas subsidi 3 Kg. Di Kabupaten Berau proses distribusi tidak tepat sasaran bahkan ditemukan ada laporan banyak tabung gas bocor tidak bisa ditukar.

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Dalam waktu dekat akan ada operasi pasar gas subsidi 3 kilogram di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. 

Lantaran Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Perdagangan kembali menggelar operasi pasar gas melon sebagai respons atas tingginya kebutuhan masyarakat.

Perlu langkah untuk menstabilkan distribusi di tengah keterbatasan kuota subsidi. Operasi pasar ini dilaksanakan di dua kecamatan berbeda secara bertahap.

Kepala Disdag Samarinda, Nurrahmani, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu (11/6/2025) yang dimulai pukul 09.00 WITA di halaman Kantor Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. 

Berdasarkan jadwal selanjutnya, pada Kamis 12 Juni 2025, operasi serupa juga akan digelar di Kecamatan Samarinda Ulu pada waktu yang sama.

“Jumlah gas masing-masing kecamatan 720 tabung. Ada 560 tabung per kegiatan,” jelas Yama, sapaan akrabnya.

Ia menjelaskan, terdapat dua kriteria utama warga yang berhak membeli gas bersubsidi dalam operasi pasar ini.

Pertama, warga yang telah memiliki Kartu Tepat Sasaran namun belum mendapatkan jatah gas karena adanya selisih waktu pengambilan.

Kedua, masyarakat tidak mampu yang disertai keterangan resmi dari RT setempat. 

Menariknya, kedua kategori ini tidak dibatasi hanya pada wilayah pelaksanaan operasi pasar, melainkan berlaku untuk seluruh warga Kota Samarinda.

Mekanisme yang boleh membeli gas 3 kg untuk warga Samarinda adalah warga yang mempunyai kartu Tepat Sasaran namun belum mendapatkan jatah karena selisih waktu pengambilan.

“Kemudian warga yang tidak mampu dengan keterangan dari RT setempat, dan tidak terbatas pada wilayah operasi pasar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yama menambahkan bahwa jika setelah pendistribusian kepada warga sasaran masih terdapat tabung gas yang tersisa, maka sisa tersebut akan dijual secara umum tanpa syarat khusus.

Baca Juga:   Tolak Penutupan Pelayaran Jalur Bawah Jembatan Mahakam Samarinda, Tumpah Nasi Piring Kami

Hal ini dilakukan guna mengoptimalkan serapan pasokan dan menghindari terjadinya penumpukan distribusi.

“Apabila ada masih tersisa penjualan maka dijual untuk umum,” pungkasnya.

Sementara itu, Diana warga Kelurahan Mangkupalas mengaku merasakan manfaat dari operasi pasar tersebut. Meski cukup lama mengantre, dirinya merasa terbantu dengan adanya gelaran operasi gas tersebut. 

“Alhamdulillah persyaratannya mudah, tadi juga teratur dan tidak sampai berebut. Cuma memang lama nunggu datangnya gas saja, saya dari jam 9 mengantre sampai jam 12 siang,” ungkapnya. (*)