Penajam

DPRD Usulkan Penempatan Unit Damkar di Sotek dan Donghwa, Antisipasi Penanganan Lamban

317
×

DPRD Usulkan Penempatan Unit Damkar di Sotek dan Donghwa, Antisipasi Penanganan Lamban

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi III DPRD PPU Adla Dewata

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendesak penempatan unit pemadam kebakaran (Damkar) di wilayah-wilayah rawan seperti Sotek dan kawasan industri Donghwa.

Usulan ini sebelumnya pernah disuarakan, berangkat dari insiden besar, kebakaran di area pabrik PT BFI/Inne Donghwa yang sempat terjadi pada masa silam.

Anggota Komisi III DPRD PPU, Adla Dewata menilai lemahnya respons kebencanaan di kawasan industri tersebut memerlukan penanganan serius, sebagai kesiap siagaan agar kejadian serupa tak terulang lagi.

“Sotek dan sekitarnya saya kira membutuhkan satu unit damkar dengan pos khusus, mengingat tingginya risiko kebakaran akibat padatnya aktivitas industri. Kalau menunggu gerak dari markas kita di Kabupaten, bisa terlambat seperti kejadian di Donghwa kemarin,” kata Adla, Kamis (19/6/2025).

Adla mengaku sudah sejak lama menyuarakan usulan tersebut, bahkan ketika masih berada di Badan Anggaran (Banggar) DPRD. Namun hingga kini, realisasinya belum terlihat.

“Ini bukan baru sekarang kami bicarakan. Sudah lama saya sampaikan, bahkan sejak di Banggar. Tapi belum juga dieksekusi. Karena itu kami akan kawal terus, agar tidak terjadi lagi musibah yang sebenarnya bisa dicegah sejak awal,” ujarnya.

Kebakaran hebat yang melanda gudang plywood dan resin di PT Donghwa pada 2019 menjadi contoh nyata dampak dari minimnya armada dan jarak tempuh yang terlalu jauh dari pusat kabupaten.

Menurut Adla, saat itu armada perusahaan tidak mampu mengatasi api yang cepat membesar, sementara bantuan pemerintah datang setelah jeda waktu yang cukup lama.

“Kalau ada unit damkar di lokasi atau dekat lokasi, penanganannya bisa lebih cepat. Ini menyangkut keselamatan warga juga, bukan hanya aset industri,” tambahnya.

Baca Juga:   Magang Pustakawan Berakhir, Sekretaris Dispusip PPU Apresiasi Semangat dan Ketekunan Peserta Kegiatan

Ia juga menyoroti peran perusahaan dalam sistem kesiapsiagaan yang belum optimal.

“Apakah kita panggil perusahaan? untuk aktif terlibat aktif dalam upaya mitigasi bencana di wilayah, yaa mungkin, tapi kita tidak pernah tau kondisi perusahaan ada something. Jadi dari daerah tetap harus support,” kata dia.

Lebih lanjut, Adla mengatakan penempatan unit damkar bukan semata reaksi dari peristiwa masa lalu, melainkan bentuk antisipasi terhadap potensi kebakaran di masa mendatang.

“Kita dorong ini agar masuk dalam rencana anggaran daerah. Jangan sampai nanti menyesal karena tidak disiapkan dari sekarang. Mudahan bisa terealisasi secepatnya,” tutup Adla.

(Advertorial/TN01)