PenajamTitiknolKaltim

Perumda Danum Taka Antisipasi Krisis Air Bersih saat Kemarau Panjang di PPU

4
×

Perumda Danum Taka Antisipasi Krisis Air Bersih saat Kemarau Panjang di PPU

Sebarkan artikel ini
Direktur Perumda Air Minum Danum Taka, Rasyid mengatakan kondisi sumber air baku di PPU saat ini mulai mengalami penurunan akibat musim kemarau, Kamis (14/5/2026)

TITIKNOL. ID, PENAJAM – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai melakukan berbagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau panjang yang diprediksi terjadi tahun ini.

Penurunan debit air baku disebut mulai berdampak terhadap pelayanan air bersih di sejumlah wilayah di Kabupaten PPU.

Direktur Perumda Air Minum Danum Taka, Rasyid, mengatakan kondisi sumber air baku di PPU saat ini mulai mengalami penurunan akibat musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih lama dari biasanya.

“Untuk kondisi kemarau tahun ini memang diprediksi lebih panjang. Khusus Kabupaten Penajam Paser Utara, kondisi air baku kita memang sedang tidak baik-baik saja,” ujar Rasyid, Kamis (14/05/2026).

Ia menjelaskan, penurunan debit air baku mulai memengaruhi pelayanan di seluruh unit Perumda Air Minum Danum Taka di PPU. Salah satu wilayah yang mulai terdampak ialah Sotek.

Menurutnya, dalam satu hingga dua minggu ke depan, kapasitas layanan di wilayah tersebut diperkirakan mengalami penurunan hingga hampir 50 persen apabila kondisi cuaca tidak berubah.

Sementara itu, untuk unit utama di Lawe-Lawe, pihaknya telah melakukan penutupan saluran air dari embung alam yang biasanya mengalir menuju Sungai Lawe-Lawe.

Langkah tersebut dilakukan guna menahan cadangan air agar tidak terbuang selama musim kemarau berlangsung.

“Staf di unit Lawe-Lawe sudah melakukan penutupan saluran air embung alam yang biasanya mengalir ke Sungai Lawe-Lawe. Ini kita tahan agar menjadi cadangan air selama musim kemarau,” ungkapnya.

Rasyid mengungkapkan, debit air di Sungai Lawe-Lawe saat ini mulai mengalami penurunan sekitar 20 hingga 25 persen.

Meski demikian, kondisi tersebut belum memengaruhi kapasitas produksi air bersih yang masih mampu bertahan di angka 10 liter per detik.

Baca Juga:   RUPS Bank Kaltimtara 2026 Tetapkan Rommy Wijayanto sebagai Dirut, Mudyat Noor Harap Kinerja Meningkat

Untuk wilayah Kecamatan Waru, kondisi dinilai masih relatif aman karena ditopang dua embung besar yang saat ini baru dimanfaatkan sekitar 30 liter per detik.

Sedangkan di Kecamatan Babulu, penurunan debit air mulai terjadi karena sumber air di wilayah tersebut masih mengandalkan tadah hujan.

Berbeda dengan wilayah Maridan yang dinilai lebih aman karena memiliki tiga kolam besar milik PT ITCI yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber cadangan air baku.

Sementara itu, di Kecamatan Sepaku, kondisi pasokan air baku masih cukup aman karena didukung dua sumber air besar, yakni Intake Sepaku dan Bendungan Sepaku Semoi.

“Meskipun tidak langsung mengambil dari Bendungan Sepaku Semoi, ketika kondisi air baku di Sepaku bermasalah, biasanya BWS melepaskan air ke sungai untuk kemudian kita serap,” jelasnya.

Meski di sejumlah titik terjadi penurunan debit air hingga 30 persen, Perumda Air Minum Danum Taka memastikan kapasitas produksi air bersih masih terus dimaksimalkan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

“Secara umum masih relatif aman. Walaupun di beberapa tempat terjadi penurunan debit air, kapasitas produksi tetap kita optimalkan,” pungkasnya. (TN02)