Titiknol IKN

Nusantara Food Festival 2025 di IKN Kaltim, Pasar yang tak Meninggalkan Sampah

341
×

Nusantara Food Festival 2025 di IKN Kaltim, Pasar yang tak Meninggalkan Sampah

Sebarkan artikel ini
EVENT DI IKN - Nusantara Food Festival, yang menghadirkan berbagai sajian kuliner dari para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) Nusantara, Sabtu 5 Juli 2025 siang. Nusantara Food Festival ini dapat menjadi jembatan sosialisasi kepada warga IKN bahwa kota yang nyaman itu salah satunya adalah memiliki kegiatan ekonomi. (Titiknol.id)

TITIKNOL.ID, NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menegaskan komitmennya untuk menjadikan Nusantara sebagai kota yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya hidup tinggi.

Salah satunya menyelenggarakan Nusantara Food Festival, yang menghadirkan berbagai sajian kuliner dari para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) Nusantara.

Deputi bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna A. Safitri mengatakan inovasi ini diusung untuk mengundang animo masyarakat untuk berkunjung ke IKN, Kalimantan Timur.
 
Ia sampaikan, bahwa festival ini tidak hanya menjadi ajang kuliner, tapi juga menyampaikan pesan penting adanya pasar modern dapat dinikmati oleh semua kalangan tanpa kesan kumuh dan tetap ramah lingkungan.

“Kami ingin mengedukasi para pedagang untuk mengurangi bahan plastik kemasan, paling tidak mengurangi. Pelan-pelan kita tingkatkan awareness hingga zero plastic,” kata Myrna, dalam keterangan tertulis yang dikutip Titiknol.id, Senin (7/7/2025).

Sebagian besar tenant pada Nusantara Food Festival merupakan warga lokal dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki semangat kewirausahaan.

Melalui kegiatan ini, kata Myrna, Otorita IKN mendorong model pembangunan kota yang tidak hanya modern secara fisik, tetapi juga aktif secara sosial dan ekonomi.

Ia menambahkan, kebutuhan pengunjung untuk pilihan konsumsi jajan, makan, minum harus difasilitasi. 

Selain jajakan kuliner, Nusantara Food Festival ini dapat menjadi jembatan sosialisasi kepada warga IKN bahwa kota yang nyaman itu salah satunya adalah memiliki kegiatan ekonomi.

“Seperti pasar yang berkonsep temporary atau pasar yang tidak meninggalkan sampah,” katanyta. (*)