TITIKNOL.ID – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Rini Widyantini, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada kepastian waktu pemindahan aparatur sipil negara (ASN) ke Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pemerintah masih menunggu instruksi resmi dari Presiden Prabowo Subianto.
“Kita masih menunggu arahan Bapak Presiden selanjutnya seperti apa, karena memang ada beberapa peraturan yang harus menetapkan dimulainya perpindahan ASN,” ujar Rini saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (9/7/2025).
Meski belum ada keputusan final, Rini menegaskan bahwa instansi pemerintah telah diminta mulai melakukan pemetaan terhadap pegawai.
Pemetaan ini penting untuk menyesuaikan struktur organisasi baru di beberapa lembaga yang mengalami pembagian formasi.
“Kami sudah meminta para instansi pemerintah untuk segera menyiapkan pemetaannya. Banyak juga instansi baru yang kemarin formasinya harus terbagi dua atau tiga,” tambahnya.
Rini juga menyebutkan bahwa belum ada informasi lebih lanjut mengenai perpindahan pegawai dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
“Dari BRIN saya belum dapat informasi,” katanya singkat.
Sebelumnya, rencana pemindahan ASN ke IKN yang sedianya dilakukan mulai Januari 2025 ditunda.
Penundaan itu tertuang dalam surat resmi Kementerian PANRB tertanggal 24 Januari 2025, dengan alasan konsolidasi internal organisasi dan penyesuaian jumlah kementerian/lembaga dalam Kabinet Merah Putih.
Kementerian PANRB juga menjelaskan bahwa pembangunan gedung perkantoran dan hunian ASN di IKN masih dalam proses penyesuaian hingga akhir 2024.
Hal ini turut memengaruhi penjadwalan ulang perpindahan ASN.
Kepala Biro Data, Komunikasi, dan Informasi Publik Kemenpan RB, Mohammad Averrouce, sebelumnya menyampaikan bahwa penataan organisasi berdampak pada pengisian jabatan, tugas dan fungsi instansi, serta perpindahan ASN yang telah ditunjuk.
Sementara itu, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono memperkirakan perpindahan ASN kemungkinan baru akan dimulai setelah Lebaran 2025, atau sekitar April mendatang.
“Sebenarnya Januari, tapi Maret ada Lebaran, jadi mungkin dihitung itu,” ujarnya. (*/)












