TITIKNOL.ID, PENAJAM – Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Margono Hadi Sutanto memastikan stok beras di daerah ini masih dalam kondisi aman.
Namun, di sisi lain, ia juga mencatat adanya dugaan ketidaksesuaian antara kualitas dan kuantitas beras yang beredar di pasaran.
“Untuk pasokan, khususnya beras, insyaallah aman. Cadangan di Bulog juga masih banyak. Jadi, sejauh ini tidak ada masalah dengan ketersediaan,” ujar Margono, Kamis (31/7/2025).
Meski demikian, pengawasan yang dilakukan terhadap bahan pokok penting (bapokting) selama sepekan terakhir mengungkap beberapa temuan di lapangan.
Di antaranya, terdapat beras berlabel premium, namun secara visual kualitasnya jauh dari standar, seperti banyaknya beras patah dan tidak utuh.
“Kita temukan ada takaran yang tidak sesuai, bahkan kualitasnya juga patut diduga tidak sesuai dengan label. Label-nya premium, tapi isinya banyak patahan. Dari segi visual saja sudah bisa terlihat,” ungkapnya.
Menurutnya, Diskukmperindag rutin melakukan pengawasan, termasuk di akhir pekan.
Beberapa temuan terkait beras oplosan juga mencuat, mulai dari volume yang tidak sesuai kemasan hingga praktik penjualan beras medium dengan harga premium.
“Uji lab memang belum, tapi dari takaran dan visual sudah bisa dinilai. Premium seharusnya patahannya sedikit. Kalau dijual dengan harga tinggi tapi kualitasnya tidak sesuai, itu jelas menyalahi aturan,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya telah menyiapkan laporan untuk diteruskan ke penyidik perdagangan di tingkat Provinsi Kalimantan Timur, serta ditembuskan ke Dinas Ketahanan Pangan Kaltim.
“Karena yang punya kewenangan penyidikan itu ada di provinsi. Nanti kita sampaikan semua hasil temuan kita ke sana. Ada beberapa merek yang masuk dalam catatan kami,” jelasnya.
(Advertorial/TN01)












