TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika soal musim kemarau di Kalimantan Timur, kemungkinan akan muncul apa itu yang namanya krisis air bersih hingga kebakaran hutan.
Karena itu BMKG mengajak masyarakat dan pemerintah daerah di Kalimantan Timur untuk meningkatkan kesiapsiagaan memasuki puncak kemarau.
Hal ini guna memitigasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), krisis air bersih, serta gangguan kesehatan akibat kondisi cuaca kering.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan Balikpapan, Kukuh Ribudiyanto mengatakan pola distribusi uap air di wilayah Kalimantan Timur turut dipengaruhi siklon tropis dari sekitar Filipina dan utara Papua.
Terutama di kawasan pesisir dan dataran rendah.
Dalam hal ini, Kukuh menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
Termasuk peningkatan pengawasan di area rawan karhutla dan penyediaan cadangan air bersih bagi masyarakat.
“Masyarakat diminta untuk tidak melakukan pembakaran lahan atau sampah dalam bentuk apa pun, karena risiko penyebaran api sangat tinggi pada musim ini,” ujarnya, Sabtu (2/8/2025).
BMKG memastikan akan terus menyampaikan informasi terkini terkait prakiraan cuaca sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana dan perlindungan masyarakat selama musim kemarau berlangsung.
Pihaknya mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi dengan lembaga penanggulangan bencana, memantau pasokan air bersih, serta aktif melakukan edukasi publik mengenai adaptasi terhadap cuaca ekstrem.
“Kondisi ini harus ditanggapi secara serius, bukan hanya dengan peringatan, tapi juga melalui langkah nyata mitigasi oleh semua pihak,” katanya. (*)












