TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Kali ini Pemprov Kaltim melakukan upaya dan daya dalam menjaga stabilitas harga di Mahakam Ulu karena dampak musim kemarau.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengirim 11,8 ton sembako ke Kabupaten Mahakam Ulu untuk pelaksanaan operasi pasar.
Langkah ini dilakukan guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan memastikan ketersediaan bahan pangan di wilayah yang memiliki keterbatasan akses distribusi.
Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltim, Heni Purwaningsih, menjelaskan bahwa sembako untuk operasi pasar tersebut telah dipastikan sesuai harga pasar di Samarinda.
“Dibeli dengan harga sesuai dengan harga di Samarinda,” bebernya pada Selasa (5/8/2025).
Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kaltim menjadi salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terjun langsung dalam pendistribusian.
Operasi pasar ini akan melibatkan kolaborasi antara Pemprov Kaltim dan Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu serta sejumlah pihak terkait.
Sebelumnya, pemerintah provinsi juga telah menyalurkan cadangan pangan pemerintah berupa beras sebanyak 68,5 ton yang dibagikan secara gratis bagi masyarakat Mahakam Ulu.
Heni menegaskan bahwa distribusi cadangan pangan ini merupakan kewajiban pemerintah daerah dalam kondisi darurat.
“Itu tugasnya pemerintah. Kalau ada kondisi darurat, karena sesuai dengan SK Bupati, Mahulu, itu kan sudah diterapkan sebagai kondisi darurat,” jelasnya.
Menurutnya, beras cadangan pangan tersebut dibagikan cuma-cuma, sedangkan komoditas gula dan minyak goreng digunakan untuk kepentingan stabilisasi harga.
“Kalau untuk gula dan minyak itu untuk stabilisasi harga. Kalau gula dan minyak itu operasi pasar,” kata Heni.
Untuk distribusi sembako ke Mahulu, jalur darat akan ditempuh dengan pengawalan dari tim gabungan, termasuk BPBD Mahakam Ulu dan Bagian Ekonomi Mahakam Ulu.
Estimasi pengiriman akan memakan waktu dua hari perjalanan.
“Ya ini kalau estimasi siang ini berangkat mungkin 2 hari perjalanan,” tuturnya. (*)












