Nasional

DPR Disorot Jusuf Kalla dan Ahok jadi Biang Kerok Demo yang Merebak

273
×

DPR Disorot Jusuf Kalla dan Ahok jadi Biang Kerok Demo yang Merebak

Sebarkan artikel ini
Kantor DPRD Kota Makassar dan DPRD Sulsel dibakar massa. (HO/Istimewa)

TITIKNOL.ID, JAKARTA – Gelombang demonstrasi yang melanda berbagai daerah di Indonesia sejak akhir Agustus 2025, dianggap banyak pihak sebagai dampak dari sikap anggota DPR RI terhadap tuntutan rakyat. 

Aksi protes yang dimulai pada Senin (25/8/2025), terkait polemik gaji dan tunjangan anggota DPR, memicu reaksi besar di masyarakat.

Aksi unjuk rasa pertama kali terjadi di Jakarta dan segera meluas ke berbagai wilayah lain. Pada Kamis (28/8/2025), aksi demonstrasi berujung tragis setelah pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan meninggal dunia akibat terlindas mobil rantis milik Brimob di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Kematian Affan memicu amarah publik dan memperburuk situasi.

Demonstrasi pun semakin meluas, dengan aksi-aksi yang digelar di berbagai daerah, antara lain:

Di Gedung DPRD Sumatra Utara, Mapolda Sumatra Barat, Gedung DPRD Jambi, Gedung Negara Grahadi Surabaya, hingga Gedung DPRD Makassar yang dibakar.

Di Makassar, aksi demo juga menewaskan tiga orang.

Meski banyak aksi menargetkan markas kepolisian, sejumlah tokoh menilai gelombang protes ini bisa dihindari jika DPR lebih terbuka dan mendengarkan aspirasi rakyat.

Jusuf Kalla: DPR Harus Menahan Diri

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), menyatakan bahwa penyebab utama meluasnya demonstrasi adalah sikap anggota DPR yang dianggap tidak peka terhadap keresahan masyarakat.

Menurut JK, anggota DPR sering kali berbicara tanpa mempertimbangkan perasaan rakyat.

“Jangan bicara sembarangan dan jangan merendahkan masyarakat. Ini semua yang menjadi penyebab masalah,” ujar JK dalam sebuah video yang diterima Kompas.com, Jumat (29/8/2025).

JK juga menekankan agar anggota DPR mengambil pelajaran dari kejadian ini dan lebih menahan diri dalam bertindak. “Ini harus menjadi pelajaran besar bagi para pejabat dan anggota DPR,” tegasnya.

Baca Juga:   DAFTAR Aplikasi Paling Populer di iPhone Dilarang di Indonesia

Ahok: “DPR Harus Terbuka Mendengar Aspirasi Rakyat”

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), turut menyampaikan bela sungkawa atas kematian Affan Kurniawan.

Ahok menilai bahwa tragedi ini dan gelombang demonstrasi yang terjadi seharusnya bisa dihindari jika sejak awal DPR mau mendengarkan suara rakyat.

“Saya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Affan Kurniawan,” tulis Ahok dalam akun Instagramnya, @basukibtp, Jumat. “Kedukaan ini tidak akan terjadi jika sejak awal pendemo diterima oleh DPR dan Pemerintah, aspirasinya didengarkan, dan solusi ditemukan.”

Ahok juga mengimbau agar para demonstran menjaga keselamatan diri dan tidak terprovokasi selama aksi. “Jaga keselamatan diri, jangan terhasut, dan tetap bersatu dalam memperjuangkan hak kita,” pungkasnya. (*)