Nasional

Nasdem Nonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach Usai Pernyataan Dinilai Lukai Publik

194
×

Nasdem Nonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach Usai Pernyataan Dinilai Lukai Publik

Sebarkan artikel ini
Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dinonaktifkan partai Nasdem buntut pernyataannya yang dinilai lukai hati masyarakat.

TITIKNOL.ID – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem resmi menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem.

‎Langkah ini diambil setelah pernyataan keduanya dinilai mencederai perasaan masyarakat.

‎Sekretaris Jenderal Partai Nasdem, Hermawi Taslim, mengatakan keputusan tersebut sudah melalui pertimbangan matang.

‎Ia menegaskan, apa yang diucapkan Sahroni dan Nafa tidak sejalan dengan semangat perjuangan Partai Nasdem yang mengedepankan kepentingan rakyat.

‎“Bahwa dalam perjalanan mengemban aspirasi masyarakat, ternyata ada pernyataan dari wakil rakyat, khususnya Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem, yang telah menyinggung dan menciderai perasaan rakyat,” kata Hermawi, Senin (1/9/2025).

‎Menurut Hermawi, DPP Partai Nasdem memutuskan menonaktifkan Sahroni dan Nafa dari keanggotaan Fraksi Nasdem di DPR RI terhitung sejak 1 September 2025.

‎Ia menegaskan, kebijakan ini diambil demi menjaga marwah partai di hadapan publik.

‎Nama Ahmad Sahroni sebelumnya menjadi sorotan setelah pernyataannya soal desakan pembubaran DPR.

‎Dalam sebuah kunjungan kerja di Polda Sumut, Jumat (22/8/2025), ia menyebut pandangan tersebut sebagai sikap “mental orang tolol”.

‎“Orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia. Kenapa? Kita ini memang semua pintar? Enggak, semua juga ada bodohnya,” ujar Sahroni.

‎Ucapan ini menuai kritik luas hingga membuatnya dimutasi dari Wakil Ketua Komisi III DPR menjadi anggota Komisi I DPR.

‎Sementara itu, Nafa Urbach juga menuai kecaman usai pernyataannya dalam sebuah siaran langsung di TikTok.

‎Ia menilai tunjangan rumah Rp 50 juta per bulan bukanlah kenaikan fasilitas, melainkan kompensasi karena rumah jabatan sudah tidak lagi diberikan negara.

‎“Jadi itu bukan kenaikan, itu kompensasi untuk rumah jabatan. Rumah jabatan yang sekarang ini sudah tidak ada, jadi dikembalikan ke pemerintah,” ujar Nafa.

‎Pernyataan itu langsung memicu kritik warganet yang menilai sikapnya tidak peka terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

‎Kekecewaan publik terhadap kedua politisi Nasdem tersebut akhirnya mendorong partai mengambil langkah tegas.

‎Hermawi memastikan, keputusan ini merupakan bentuk tanggung jawab partai sekaligus komitmen untuk selalu berpihak pada rakyat. (*/)