TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai menerapkan pendekatan terintegrasi, kolaboratif, dan berbasis masyarakat dalam memperkuat layanan dasar, terutama air bersih dan pendidikan.
Bupati PPU, Mudyat Noor, menegaskan langkah ini terfokus pada tiga program utama, yakni Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), serta Sekolah Inovasi Desa.
Tujuannya, menyinergikan infrastruktur, edukasi, dan partisipasi masyarakat agar akses air bersih dapat terdistribusi secara merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah PPU.
“Sinergi antara pemerintah, PDAM, desa/kelurahan, dan masyarakat harus diperkuat. Kami ingin layanan air minum tidak hanya berupa infrastruktur, tetapi juga ada edukasi dan penguatan lembaga desa,” tegas Mudyat dalam koordinasi lintas sektor di Hotel Qubika, Kecamatan Sepaku, Minggu (31/8/2025).
Mudyat menjelaskan, SPAM berperan vital di kawasan padat penduduk, sementara Pamsimas menjadi solusi partisipatif bagi desa-desa.
Keduanya, kata dia, harus dikelola secara terpadu agar tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan air minum dan sanitasi layak.
Ia pun mengajak partisipasi aktif masyarakat dalam mengembangkan sekaligus menjaga sarana air bersih yang telah dibangun.
“Saya harap kita dapat menyusun strategi bersama dalam pengelolaan sarana air bersih di PPU dan menjaganya secara berkelanjutan,” pesannya.
Selain air bersih, Pemkab PPU juga mengangkat peran Sekolah Inovasi Desa yang diharapkan menjadi wadah pembelajaran bersama bagi desa-desa dalam mengembangkan layanan dasar.
Termasuk di dalamnya pemanfaatan teknologi serta pengelolaan berbasis masyarakat.
Sekretaris Daerah PPU, Tohar, menambahkan pemerintah daerah juga mendorong pendirian sekolah rakyat di Kelurahan Lawe-Lawe.
Langkah ini ditujukan untuk membuka akses pendidikan dari jenjang SD hingga SMA bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Kita berharap sekolah rakyat nantinya dapat berjalan dengan baik. Ini peluang bagi masyarakat yang sebelumnya terkendala biaya, kini akses pendidikan terbuka lebar,” pungkas Tohar. (TN01)
Pemkab PPU Genjot Layanan Dasar: Integrasikan SPAM, Pamsimas, dan Sekolah Inovasi Desa












