Nasional

Reshuffle Kabinet, Presiden Prabowo Ganti 5 Menteri dan Bentuk Kementerian Haji-Umrah

229
×

Reshuffle Kabinet, Presiden Prabowo Ganti 5 Menteri dan Bentuk Kementerian Haji-Umrah

Sebarkan artikel ini
Presiden bersam jajran menterinya. (HO/Istimewa)

TITIKNOL.ID – Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan reshuffle atau kocok ulang Kabinet Merah Putih. Perombakan ini diumumkan resmi di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/9/2025).

‎Dalam reshuffle kali ini, ada lima pos kementerian yang diganti. Posisi yang mengalami perubahan adalah Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polkam), Kementerian Keuangan, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran, Kementerian Koperasi, dan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

‎“Berdasarkan berbagai pertimbangan dan masukan evaluasi, Presiden memutuskan melakukan perubahan susunan Kabinet Merah Putih pada lima jabatan kementerian tersebut,” kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi saat memberikan keterangan pers.

‎Selain itu, Presiden Prabowo juga memperkenalkan kementerian baru, yakni Kementerian Haji dan Umrah.

‎Kementerian ini dibentuk untuk memberikan perhatian lebih serius terhadap pelayanan ibadah haji dan umrah bagi masyarakat Indonesia.

‎Prasetyo menyebut, pelantikan para menteri baru akan dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo di Istana Negara pada sore hari.

‎Ia menegaskan reshuffle dilakukan untuk memperkuat kinerja pemerintah dalam menjalankan program prioritas nasional.

‎Sebelumnya, pada 19 Februari lalu, Presiden Prabowo juga pernah melakukan reshuffle kabinet pertamanya.

‎Saat itu, satu menteri dicopot, yakni Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro.

‎Sebagai penggantinya, Presiden menunjuk guru besar Institut Teknologi Bandung (ITB), Brian Yuliarto, untuk menduduki jabatan Mendiktisaintek. Brian dilantik langsung di Istana Negara usai reshuffle tersebut.

‎Reshuffle kedua ini menandai langkah tegas Prabowo dalam memastikan kabinetnya tetap solid, efektif, dan adaptif terhadap tantangan zaman.

‎Beberapa pos yang diganti dinilai krusial untuk menopang stabilitas politik, ekonomi, dan perlindungan tenaga kerja.

‎Prabowo berharap para menteri yang baru dilantik dapat bekerja cepat, bersih, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

‎“Tujuan utama reshuffle adalah memperkuat pemerintahan agar mampu memberikan hasil nyata bagi masyarakat,” pungkas Prasetyo. (*/)