TITIKNOL.ID, SAMARINDA — Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Timur memastikan layanan sosial yang berdampak langsung ke masyarakat tetap menjadi prioritas, meski menghadapi rencana pemangkasan dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
Kepala Dinsos Kaltim, Andi Muhammad Ishaq, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga kualitas layanan sosial tanpa harus mengorbankan program utama.
“Kami sudah diminta mengantisipasi sejak awal. Beberapa opsi sudah kami siapkan agar program tetap berjalan sesuai target,” ujar Andi Muhammad Ishaq, Senin (8/9/2025).
Menurutnya, fokus utama saat ini adalah menyusun skala prioritas dengan mengoptimalkan anggaran yang tersedia.
Belanja untuk program yang berkaitan dengan Standar Pelayanan Minimum (SPM) tidak akan dikurangi, meski anggaran mengalami efisiensi.
“Belanja untuk layanan dasar tetap aman. Efisiensi hanya dilakukan pada kegiatan teknis pendukung, tanpa mengurangi capaian output,” tegasnya.
Salah satu bentuk efisiensi yang dilakukan adalah relokasi kegiatan.
Program yang sebelumnya direncanakan di luar daerah akan dipindahkan ke dalam Kota Samarinda guna menekan biaya operasional.
Bahkan, jika memungkinkan, kegiatan akan dilakukan di kantor tanpa menyewa hotel atau fasilitas lain.
“Yang penting target tercapai, tidak harus di tempat mewah. Filosofinya adalah efisiensi tanpa mengurangi hasil,” jelas Andi.
Meski belum ada informasi pasti soal besaran pemangkasan TKD, Dinsos Kaltim tetap berkomitmen untuk tidak mengurangi program layanan langsung kepada masyarakat.
“Berapa pun besar efisiensinya, prinsip kami jelas: layanan dasar untuk masyarakat harus tetap jalan,” pungkasnya.
Saat ini, Dinsos masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat mengenai persentase pengurangan anggaran untuk masing-masing SKPD.
Sementara itu, operasional berjalan sesuai pagu anggaran yang tercantum dalam APBD. (*)












