Penajam

PPU Siapkan Reward Rp3 Juta bagi Petugas Kebersihan, Menunggu Hasil Adipura

164
×

PPU Siapkan Reward Rp3 Juta bagi Petugas Kebersihan, Menunggu Hasil Adipura

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU Safwana

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyiapkan anggaran khusus sebagai bentuk penghargaan (reward) bagi petugas kebersihan jika daerah ini kembali berhasil meraih Adipura.

Namun, pemberian reward tersebut masih tertunda karena hasil penilaian Adipura hingga kini belum diumumkan.

‎Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU, Safwana, mengatakan penilaian Adipura tahun 2024 sebenarnya telah dilakukan. Hanya saja, hasilnya belum dirilis secara resmi oleh pihak terkait.

‎“Adipura sudah dinilai, tapi hasilnya belum keluar. Biasanya diumumkan bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup sekitar Februari, namun sampai sekarang belum ada kepastian,” ujar Safwana, Jumat (3/10/2025).

‎Ia menambahkan, kondisi serupa tidak hanya dialami Kabupaten PPU, melainkan juga seluruh kabupaten dan kota di Indonesia yang ikut dalam penilaian.

‎“Semua daerah sama-sama menunggu. Kami juga sempat konfirmasi ke tim penilai Adipura 2025, jawabannya masih diminta menunggu,” jelasnya.

‎Meski demikian, Pemkab PPU tetap menyiapkan reward yang sudah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024.

Besaran reward ditetapkan sebesar Rp3 juta per orang bagi sekitar 200 petugas kebersihan, baik yang bertugas di lapangan maupun di kantor.

‎“Reward tetap ada di APBD. Namun karena pengumuman belum keluar, anggaran itu belum bisa diserap. Kalau nanti pengumuman Adipura 2024 keluar bersamaan dengan 2025, ya tetap kita siapkan,” terang Safwana.

‎Safwana menegaskan, penghargaan itu sebagai bentuk apresiasi pemerintah kepada petugas kebersihan yang menjadi ujung tombak dalam menjaga lingkungan dan kebersihan kota.

‎Sebagai informasi, penilaian Adipura mencakup 14 item dengan 26 titik pantau di PPU. Lokasi penilaian meliputi Tempat Pembuangan Akhir (TPA), pasar, kawasan perkampungan, sekolah, hingga bank sampah yang menjadi indikator utama kebersihan daerah. (TN01)