SamarindaTitiknolKaltim

SPBU Baru di Simpang Gerilya–Damanhuri Samarinda tak akan Munculkan Macet, Dishub Punya Alasannya

168
×

SPBU Baru di Simpang Gerilya–Damanhuri Samarinda tak akan Munculkan Macet, Dishub Punya Alasannya

Sebarkan artikel ini
SPBU PERTAMINA KALTIM - Ilustrasi petugas SBPU saat melayani customer pembelian BBM di salah satu Pom Bensin Kalimantan Timur. Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) baru di kawasan padat penduduk Simpang Tiga Gerilya–Damanhuri, Samarinda, tengah menjadi sorotan warga. (HO/Pertamina)

TITIKNOL.ID, SAMARINDA — Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) baru di kawasan padat penduduk Simpang Tiga Gerilya–Damanhuri, Samarinda, tengah menjadi sorotan warga.

Lokasinya yang berada di jalur sempit dan dekat dengan persimpangan membuat masyarakat khawatir akan munculnya kemacetan.

Kekhawatiran ini mengemuka karena sebelumnya masalah serupa terjadi di SPBU Jalan Gatot Subroto (Gatsu) yang berada tak jauh dari simpang empat Jalan Ahmad Yani dan sebuah pusat perbelanjaan besar.

Namun, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda memastikan kemacetan tidak akan menjadi persoalan di lokasi baru tersebut.

Dishub menegaskan pembangunan SPBU di Damanhuri telah melalui kajian teknis mendalam dan diproyeksikan tidak memicu gangguan lalu lintas.

Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengatakan bahwa proyek tersebut telah mengantongi dokumen Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin).

Ia memastikan seluruh mekanisme perencanaan arus kendaraan telah disusun sesuai standar sehingga potensi kemacetan dapat ditekan.

“Benar itu pembangunan SPBU. Sudah ada Andalalinnya. Tapi di sana tidak menjual Pertalite, jadi semuanya non-subsidi. Karena itu, potensi kemacetan minim,” bebernya yang dikutip pada Minggu (16/11/2025).

Manalu juga menjelaskan bahwa desain arus kendaraan masuk dan keluar SPBU sudah disesuaikan agar tidak mengganggu kendaraan yang melintas, terutama di titik persimpangan.

“Pintu masuk dan keluar disatukan, letaknya sekitar 20 meter sebelum persimpangan. SPBU ini hanya menjual Dexlite dan Pertamax Turbo, semuanya non-subsidi,” jelasnya.

Sebagai bentuk kontribusi kepada lingkungan sekitar, pengelola SPBU disebut akan menyediakan tambahan fasilitas penerangan di area simpang yang selama ini dinilai kurang memadai.

Dengan perencanaan tersebut, Dishub memastikan keberadaan SPBU baru tetap aman, adaptif, dan tidak akan menambah beban lalu lintas di kawasan Gerilya–Damanhuri.

Baca Juga:   Beli Beras di Kaltim Takarannya Kurang Tidak Sesuai Kemasan, Warga Bisa Lapor ke Aplikasi SiKomeng

“Nanti mereka akan memberikan CSR berupa pemasangan lampu untuk menerangi persimpangan itu,” tutup Manalu. (*)