Olahraga

‎Ranking FIFA Indonesia Anjlok ke Posisi 123, Disalip Suriname Imbas Absen di FIFA Matchday

112
×

‎Ranking FIFA Indonesia Anjlok ke Posisi 123, Disalip Suriname Imbas Absen di FIFA Matchday

Sebarkan artikel ini
JEPANG VS INDONESIA - Timnas Indonesia kalah dari Jepang dalam pertandingan terakhir babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Harapannya, dengan Tim yang semakin matang dan dukungan suporter yang solid, Indonesia masih punya peluang menciptakan kejutan di babak selanjutnya. (X @timnasIndonesia)

TITIKNOL.ID – Ranking Timnas Indonesia dipastikan mengalami penurunan setelah tidak tampil pada agenda FIFA Matchday November 2025.

‎Berdasarkan pembaruan kalkulasi dari Football Ranking per Minggu (16/11/2025), posisi Indonesia turun satu tingkat ke peringkat 123 dunia dengan total 1.144,73 poin.

‎Penurunan ini bersamaan dengan melonjaknya Suriname yang kini berada di posisi 121.

‎Negara asal Amerika Selatan tersebut meraih tambahan 15,14 poin usai kemenangan telak 4-0 atas El Salvador pada lanjutan Grup A Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONCACAF, Jumat (14/11/2025).

‎Kenaikan poin itu membuat Suriname melesat lima tingkat dari peringkat 126 ke 121, sekaligus melewati Sierra Leone dan Timnas Indonesia.

‎Sementara itu, Garuda tidak mendapatkan tambahan poin karena tidak menggelar laga internasional resmi.

‎Situasi ini membuat posisi Indonesia terancam kembali turun apabila negara-negara di bawahnya, seperti Siprus atau Azerbaijan, meraih hasil positif pada FIFA Matchday November 2025.

‎Tekanan terhadap PSSI juga semakin besar karena kebijakan meniadakan laga resmi FIFA menuai kritik.

‎Sebelumnya, PSSI hanya menggelar laga uji coba Timnas Indonesia U-22 melawan Mali U-22 jelang SEA Games 2025, alih-alih menghadirkan pertandingan resmi untuk tim senior.

‎Keputusan ini dianggap tidak sejalan dengan target masuk 100 besar ranking FIFA yang selama ini digaungkan federasi.

‎Pengamat sepak bola, Haris Pardede atau Bung Harpa, menyebut absennya Indonesia di FIFA Matchday menjadi bukti inkonsistensi federasi dalam membangun prestasi.

‎Ia menilai agenda resmi FIFA seharusnya tetap digelar meski tim senior tengah mengalami dinamika usai pemecatan Patrick Kluivert sebagai pelatih kepala.

‎Menurutnya, tanpa bermain di laga FIFA Matchday, poin Indonesia tidak akan bertambah dan justru membuka peluang negara lain untuk melesat.

‎Kondisi ini juga berdampak terhadap peta persaingan di Asia Tenggara, di mana Indonesia masih tertinggal dari Thailand, Malaysia, dan Vietnam.

‎Ketiga negara tersebut tercatat menjalani agenda pertandingan internasional pada FIFA Matchday November ini.

‎ Jika mereka meraih hasil bagus, jarak dengan Indonesia di ranking FIFA akan semakin sulit dikejar.

‎“Secara matematis tidak mungkin peringkat Indonesia membaik kalau tidak bertanding. Justru negara lain yang bermain akan melesat,” tegas Harpa dalam sebuah diskusi publik di Jakarta, Kamis (13/11/2025).

‎Ia menilai inkonsistensi setelah kegagalan di putaran keempat kualifikasi menjadi masalah utama yang harus dibenahi. (*/)