SamarindaTitiknolKaltim

Plafon Laboratorium Farmasi Unmul Samarinda Ambruk, Kampus akan Perbaikan Total

143
×

Plafon Laboratorium Farmasi Unmul Samarinda Ambruk, Kampus akan Perbaikan Total

Sebarkan artikel ini
PLAFON KAMPUS AMBRUK - Insiden runtuhnya plafon di ruang laboratorium Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman (Unmul) menjadi viral di media sosial. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu 22 November 2025 pagi di ruang laboratorium Farmasi Unmul yang berlokasi di Jalan Sambaliung, Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. 

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Insiden runtuhnya plafon di ruang laboratorium Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman (Unmul) menjadi viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, terlihat para mahasiswa terkejut saat potongan gypsum berjatuhan di tengah aktivitas praktikum.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu 22 November 2025 pagi di ruang laboratorium Farmasi Unmul yang berlokasi di Jalan Sambaliung, Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. 

Dekan Fakultas Farmasi, Dr. apt. Hadi Kuncoro, M.Farm., menjelaskan bahwa runtuhnya plafon disebabkan rembesan air berulang dari pipa, hingga akhirnya gypsum jebol saat mahasiswa berada di ruangan.

“Ini sangat kami sayangkan. Kami langsung memastikan keamanan fisik dan mental mahasiswa,” ujar Hadi, Selasa (25/11/2025).

Ia menambahkan, Rektor Unmul Prof. Dr. Ir. Abdunnur telah memerintahkan penanganan cepat dan menyeluruh.

Sebagai bentuk tanggung jawab, kampus menyediakan layanan bimbingan konseling bagi mahasiswa terdampak, menanggung biaya perbaikan perangkat seperti laptop dan ponsel, serta menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua mahasiswa.

“Lantai 1 atau ruang laboratorium dasar saat ini disterilkan. Kegiatan di lantai 3 masih aman, tetapi pengecekan tetap kami lakukan,” jelas Hadi.

Gedung Masih dalam Masa Retensi

Hadi menegaskan bahwa gedung tersebut merupakan hibah dari Pemprov Kaltim yang selesai dibangun pada 2025 dan masih dalam masa retensi.

“Perawatan masih menjadi tanggung jawab kontraktor karena belum serah terima. Untuk sementara, kami menyiapkan penyesuaian agar Lab B bisa digunakan,” katanya.

Salah satu mahasiswi semester tujuh yang enggan disebut namanya berharap kampus dapat memberikan fasilitas belajar yang layak dan aman.

“Uang kuliah yang kami bayar besar, jadi alangkah baiknya kalau kami merasakan fasilitas gedung kuliah yang benar-benar prima,” ujarnya.

(*)