TITIKNOL.ID, SANGATTA – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bergerak cepat mengawal kuota dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax menyusul kelangkaan yang terjadi selama kurang lebih tiga pekan terakhir.
Kepala Disperindag Kutai Timur, Nora Ramadani, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan pihak Pertamina terkait masalah ini.
Kelangkaan BBM Pertamax yang terjadi di Kutai Timur bahkan telah sampai ke telinga Bupati.
“Dua hari lalu Pak Bupati juga bertanya (tentang kelangkaan), saya sampaikan bahwa ada kendala kapal pengangkut,” ujar Nora, Selasa (25/11/2025).
Dua Penyebab Utama Kelangkaan
Nora menjelaskan bahwa suplai BBM non subsidi ke Kutai Timur terkendala masalah transportasi.
Beberapa kapal tongkang batu bara dikabarkan kandas di Muara Balikpapan, yang secara tidak langsung menghalangi akses kapal pengangkut BBM (tanker) milik Pertamina untuk masuk ke Kalimantan Timur.
Kelangkaan ini disebutnya tidak hanya berdampak pada Kutai Timur, tetapi juga Bontang dan Samarinda.
Pihak Pertamina telah meminta waktu sekitar dua hingga tiga hari ke depan untuk mengatasi permasalahan kapal kandas tersebut. Setelah itu, diharapkan distribusi BBM akan kembali normal.
Selain kendala transportasi, Achmad Dony Erviady, Jabfung Pengawas Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Kutim, menambahkan bahwa Pertamina juga tengah melakukan pengurasan beberapa tangki BBM Pertamax.
“Dengan adanya pengurasan tangki itu, sehingga ada kekosongan Pertamax. Ditambah adanya kandas tongkang tadi, makanya Pertamax maupun Pertamax Turbo itu datangnya bertahap di SPBU,” imbuh Dony.
Pengurasan tangki ini dilakukan sebagai langkah antisipasi Pertamina terhadap potensi oplosan BBM Pertamax seperti yang sempat viral beberapa waktu lalu.
Antisipasi Antrean dan Dampak Pengguna
Untuk menghindari risiko kecelakaan, Disperindag saat ini fokus mengupayakan agar tidak terjadi antrean BBM yang menumpuk di tepi jalan.
“Saat ini yang kami upayakan agar tidak terjadi antrean yang menumpuk di tepi jalan yang berpotensi mengakibatkan kecelakaan, sehingga kami komunikasi dengan Dishub dan Lantas,” terang Nora.
Sebagai informasi, pasokan BBM Pertamax dikabarkan sudah mulai dikirim secara bertahap ke SPBU Kabo Jaya dan SPBU Soekarno Hatta.
Di sisi lain, kelangkaan Pertamax memicu antrean panjang di SPBU lantaran para pengguna Pertamax terpaksa beralih ke BBM subsidi jenis Pertalite.
Padahal, Disperindag Kutim selama ini terus berupaya agar masyarakat beralih menggunakan BBM non subsidi.
“Tapi karena ada faktor stok Pertamax terganggu, sehingga mereka beralih ke Pertalite lagi,” pungkasnya. (*)












