Penajam

Vaksinasi DBD Diperluas, Wabup PPU Minta Warga Tak Ragu

79
×

Vaksinasi DBD Diperluas, Wabup PPU Minta Warga Tak Ragu

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin saat memimpin rapat

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menjadi salah satu daerah yang diprioritaskan menerima program perluasan vaksinasi Demam Berdarah Dengue (DBD) pada 2025. Langkah ini diambil karena tingginya kasus DBD dalam beberapa tahun terakhir.

Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, menegaskan bahwa DBD masih menjadi ancaman serius, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Ia menyebut pengendalian tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Selain pemberantasan sarang nyamuk dan edukasi masyarakat, vaksinasi juga menjadi perlindungan tambahan yang penting.

“Dengan dukungan Pemprov Kaltim, kami ingin memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar dan memahami manfaat vaksinasi DBD,” ujarnya saat membuka kegiatan Advokasi dan Sosialisasi DBD di Aula Lantai 3 Kantor Bupati, Kamis (11/12/2025).

Ia menekankan, keberhasilan program tergantung pada kerja bersama, mulai fasilitas kesehatan, tenaga medis, pemerintah daerah, sekolah hingga orang tua. Waris mengajak masyarakat memperkuat kolaborasi agar cakupan vaksinasi meningkat tanpa keraguan.

Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kaltim, Dr. Ivan Hariyadi, menyampaikan bahwa PPU mendapatkan kuota 1.500 dosis vaksin DBD pada 2025.

Sasaran utamanya adalah anak usia sekolah, kelompok yang paling terdampak dalam beberapa tahun terakhir, terutama di wilayah Penajam, Waru, Petung dan Babulu.

Ia menjelaskan program vaksinasi DBD sebenarnya sudah berjalan sejak 2023 dan akan terus diperluas. Vaksin direkomendasikan oleh BPOM dan Ikatan Dokter Anak Indonesia untuk penerima usia 6 tahun hingga dewasa.

“Efek samping biasanya ringan, umumnya nyeri di tempat suntikan,” jelasnya.

Pelaksanaan vaksinasi dilakukan melalui sekolah agar pendataan lebih mudah dan sasaran dapat dijangkau secara efektif. Dr. Ivan berharap pihak sekolah aktif memberikan informasi kepada orang tua agar tidak terjadi salah paham.

Baca Juga:   ‎Buka Konkab PGRI PPU 2025, Bupati Mudyat Noor Tekankan Penguatan Pendidikan Karakter

“Kami ingin proses vaksinasi berjalan lancar dengan dukungan semua pihak,” pungkasnya.

(TN01)