SamarindaTitiknolKaltim

Pekan Muda Samarinda 2025, Ikhtiar Rawat Budaya dan Hidupkan Ekonomi Lokal

158
×

Pekan Muda Samarinda 2025, Ikhtiar Rawat Budaya dan Hidupkan Ekonomi Lokal

Sebarkan artikel ini
SENI BUDAYA SAMARINDA - Wakil Walikota Samarinda, Saefuddin Zuhri hadiri Pekan Muda Restorasi Seni dan Budaya 2025 di Restorasi Area Samarinda City, Jalan KH. Fakhruddin, pada Kamis (18/12/2025), Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Dirinya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perayaan, melainkan ruang strategis untuk mencetak generasi muda berkarakter sekaligus menggerakkan roda ekonomi pelaku UMKM. (HO/Pemkot Samarinda)

Bukan sekadar festival seni! Intip bagaimana Pekan Muda Restorasi 2025 menjadi ‘booster’ bagi ekonomi lokal dan panggung nyata bagi para pelaku UMKM Samarinda untuk naik kelas

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Seni, budaya, dan ekonomi kerakyatan bersinergi apik dalam ajang Pekan Muda Restorasi Seni dan Budaya 2025 di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.

Wakil Walikota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perayaan, melainkan ruang strategis untuk mencetak generasi muda berkarakter sekaligus menggerakkan roda ekonomi pelaku UMKM.

Hadir di Restorasi Area Samarinda City, Jalan KH. Fakhruddin, pada Kamis (18/12/2025) sore, Saefuddin memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi lintas sektor yang terjalin.

Acara ini turut dihadiri oleh Camat Sungai Kunjang, Dwi Siti Noorbayah, serta Lurah Teluk Lerong Ulu, Anton Sulistiyo.

Apresiasi untuk Generasi Berprestasi

Salah satu momen emosional dalam acara tersebut adalah saat Wakil Wali Kota menyerahkan medali kepada atlet-atlet cilik dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

Anak-anak ini berhasil meraih prestasi di cabang seni bela diri, sebuah bukti nyata bahwa ruang kreatif mampu menyalurkan energi positif generasi muda.

“Pemerintah Kota Samarinda sangat bangga. Penyerahan medali ini adalah bentuk apresiasi kami atas kedisiplinan dan semangat mereka. Melalui wadah seperti inilah kita membina generasi muda yang sehat, berprestasi, dan berakhlak mulia,” ujar Saefuddin.

Sentuhan Ekonomi melalui Bazar UMKM

Tidak hanya fokus pada panggung seni, Wakil Walikota Samarinda, Saefuddin Zuhri juga menyempatkan diri meninjau langsung deretan tenant bazar UMKM.

Baca Juga:   Harga Properti Balikpapan Naik Tipis, Penjualan Anjlok 45 Persen Pasca-ledakan IKN dan RDMP

Dalam kunjungannya, ia berdialog dengan para pedagang lokal untuk melihat aktivitas ekonomi yang tumbuh selama acara berlangsung.

Menurutnya, pengintegrasian antara pelestarian budaya dan penguatan ekonomi adalah langkah cerdas.

Dengan adanya keramaian festival budaya, para pelaku UMKM mendapatkan panggung untuk memasarkan produknya kepada masyarakat luas.

“Kegiatan ini memiliki nilai strategis karena mampu menyatukan dua sisi: menjaga akar budaya kita dan memperkuat ekonomi masyarakat secara bersamaan,” imbuhnya.

Mengenai kondisi UMKM Samarinda tidak lagi hanya bergantung pada lapak fisik.

Ada melalui Pasar Digital. Sejak tahun 2024, penggunaan aplikasi pembayaran nontunai (QRIS) telah menjadi standar di bazar-bazar pemerintah maupun kedai kopi (coffeeshop) yang menjamur di Samarinda.

Lalu via e-Katalog Lokal. Dalam hal ini pemerintah mewajibkan pengadaan barang dan jasa instansi pemkot melalui e-Katalog Lokal, yang memberikan peluang besar bagi UMKM Samarinda (seperti katering, ATK, dan jasa konveksi) untuk menjadi penyedia kebutuhan pemerintah.

Tahun 2025 menjadi puncak pemanfaatan ruang publik sebagai pusat ekonomi, seperti yang terlihat pada berita Pekan Muda Restorasi di eks Jalan Anggi Kota Samarinda.

Pemerintah kota fokus pada konsep “Sentra IKM” (Industri Kecil Menengah).

Event-event seni dan budaya kini selalu melibatkan bazar UMKM sebagai komponen utama, sehingga pelaku usaha mendapatkan akses pasar (audiens) yang lebih luas secara instan.

Melalui Pekan Muda Restorasi 2025, Pemerintah Kota Samarinda berharap kekayaan seni dan potensi ekonomi lokal semakin dikenal luas.

Harapannya, identitas budaya Samarinda tidak hanya membanggakan di tingkat daerah, tetapi juga mampu bersaing di kancah nasional.

Acara ini membuktikan bahwa dengan memberikan ruang bagi kreativitas pemuda dan dukungan bagi UMKM, Samarinda tengah membangun fondasi kota yang modern tanpa melupakan jati diri budayanya. (*)