BalikpapanTitiknolKaltim

Balikpapan Siapkan Pasar Karang Joang jadi Pusat Distribusi Penopang Ketersediaan Pangan Kaltim

125
×

Balikpapan Siapkan Pasar Karang Joang jadi Pusat Distribusi Penopang Ketersediaan Pangan Kaltim

Sebarkan artikel ini
KARANG JOANG RAMAI - Kondisi proses pembangunan jalur tol dekat Pasar Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada Minggu 7 Desember 2025 siang. Salah satu lokasi yang mencuri perhatian adalah Pasar Karang Joang di Balikpapan Utara. Pasar ini diproyeksikan menjadi pusat distribusi pangan terpadu karena letaknya yang strategis dan potensinya yang besar untuk dikembangkan.(Titiknol.id)

Daripada terbengkalai, aset ‘tidur’ di Balikpapan akan diubah jadi benteng ketahanan pangan. Simak rencana besar Pemerintah Pusat dan Wawali Balikpapan untuk membangun kawasan distribusi pangan terpadu di Karang Joang Balikpapan

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Di tengah tantangan ekonomi dan dinamika pasokan nasional, Kota Balikpapan bersiap mengambil peran strategis sebagai penopang ketahanan pangan Kalimantan Timur.

Melalui pengembangan Kawasan Distribusi dan Ketersediaan Komoditas Masyarakat Pangan (KDKMP), pemerintah berupaya memastikan stok bahan pokok tetap aman dan harga lebih stabil di tangan warga.

Kawasan Distribusi dan Ketersediaan Komoditas Masyarakat Pangan (KDKMP) adalah program strategis pemerintah pusat (seringkali di bawah koordinasi Badan Pangan Nasional atau Kementerian terkait) yang berfungsi sebagai pusat logistik pangan terpadu di suatu wilayah.

Sederhananya, KDKMP adalah “Gudang Penyangga Smart” yang bertujuan agar stok pangan tidak menumpuk di satu tempat saja, melainkan tersebar merata di daerah strategis agar jalur distribusi ke masyarakat lebih pendek dan cepat.

Untuk mewujudkan KDKMP itu, langkah dimulai dengan pertemuan hangat antara Kepala Pusat Strategi Kebijakan, Tr Fahsul Falah, dengan Wakil Walikota Balikpapan, Bagus Susestyo yang saat itu mengenakan busana kemeja batik di kantor Pemerintah Kota, Kamis (18/12/2025). 

Pertemuan ini menjadi babak awal dari rencana besar pemerintah pusat untuk memetakan kesiapan infrastruktur pangan di Kota Beriman, julukan Balikpapan.

Kota Balikpapan sendiri dianggap adalah gerbang utama Kalimantan Timur dan penyangga Ibu Kota Nusantara.

Tentu saja keberadaan KDKMP di sini akan memastikan bahwa lonjakan populasi di masa depan tidak disertai dengan krisis pangan atau inflasi yang tidak terkendali.

Pasar Karang Joang jadi Titik Prioritas

Salah satu lokasi yang mencuri perhatian dalam evaluasi ini adalah Pasar Karang Joang di Balikpapan Utara.

Baca Juga:   Indonesia Punya Pabrik Soda Ash Pertama di Bontang, Magnet untuk Serap Ribuan Pekerja

Kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat distribusi pangan terpadu karena letaknya yang strategis dan potensinya yang besar untuk dikembangkan.

“Antusiasme dari Wakil Wali Kota sangat tinggi. Beliau menunjukkan komitmen kuat dengan menyiapkan beberapa lokasi strategis, dan Pasar Karang Joang adalah salah satu opsi utama yang kami nilai sangat potensial,” ujar Fahsul Falah usai pertemuan tersebut.

Lebih dari sekadar menjaga stok beras atau cabai, Fahsul Falah menekankan bahwa program KDKMP adalah sebuah terobosan untuk mengoptimalkan aset-aset daerah yang selama ini belum tergarap maksimal atau terbengkalai.

Menurutnya, daripada aset tersebut tidak produktif, mengalihkannya menjadi pusat distribusi pangan adalah langkah cerdas yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat luas.

“Ini bukan hanya soal ketahanan pangan, tapi juga nilai guna aset pemerintah. Daripada dibiarkan tidak termanfaatkan, lebih baik diubah menjadi fasilitas yang menopang hidup orang banyak,” jelasnya lagi.

Segera Cek Kondisi Pasar Karang Joang

Sebagai Ketua Subtim untuk wilayah Kalimantan Timur, Fahsul juga memberikan kabar baik bahwa proses monitoring serupa di Penajam Paser Utara (PPU), Bontang, dan Samarinda berjalan dengan sangat lancar.

“Alhamdulillah, sejauh ini tidak ditemukan kendala berarti di lapangan. Setelah pertemuan dengan Wawali Balikpapan ini, kami akan segera turun ke lapangan untuk mengecek kondisi riil di Pasar Karang Joang sebelum proses pembangunan dimulai,” tambahnya optimis.

Sinergi antara pusat dan daerah ini diharapkan segera terealisasi. Jika KDKMP Balikpapan sudah beroperasi, kota ini tidak hanya akan lebih mandiri secara pangan, tetapi juga siap menghadapi gejolak harga pasar yang kerap membebani masyarakat perkotaan.

Berikut adalah fungsi utama dari KDKMP di Balikpapan:

1. Penjaga Stabilitas Harga (Buffer Stock)

KDKMP berfungsi menyimpan stok pangan dalam jumlah besar. Saat harga pangan di pasar mulai melonjak (misalnya karena gagal panen atau kendala cuaca), pemerintah akan mengeluarkan stok dari KDKMP ke pasar untuk menstabilkan harga kembali.

Baca Juga:   OTT KPK di Kemnaker, Wamenaker Immanuel Ebenezer Dicokok Bersama 19 Orang

2. Memutus Rantai Distribusi yang Panjang

Selama ini, komoditas pangan seringkali melewati banyak perantara sebelum sampai ke tangan warga, yang membuat harga menjadi mahal.

Dengan adanya KDKMP di daerah seperti Balikpapan, barang bisa langsung disalurkan ke pasar-pasar tradisional (seperti rencana di Pasar Karang Joang), sehingga harga bisa lebih murah.

3. Fasilitas Penyimpanan Modern (Cold Storage)

KDKMP biasanya dilengkapi dengan teknologi penyimpanan yang mumpuni, seperti, Cold Storage untuk menyimpan daging, ayam, dan ikan agar tetap segar.
Untuk gudang kering, sebagai stok beras, jagung, kedelai, dan minyak goreng. Dan
Silo untuk penyimpanan biji-bijian dalam skala besar.

4. Optimalisasi Aset Daerah

Seperti yang disinggung dalam pertemuan dengan Wakil Wali Kota Balikpapan, program ini seringkali memanfaatkan aset pemerintah yang “tidur” atau terbengkalai.

Aset tersebut direvitalisasi menjadi infrastruktur yang produktif bagi ketahanan pangan.

5. Antisipasi Krisis di Wilayah Perkotaan

Kota seperti Balikpapan sangat bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah (seperti Sulawesi atau Jawa).

KDKMP menjadi jaring pengaman; jika terjadi hambatan pengiriman dari luar pulau, misalnya karena cuaca buruk di laut, Balikpapan masih memiliki cadangan pangan yang cukup di KDKMP untuk beberapa minggu ke depan.

(*)