Nasional

Tegaskan Bersih-Bersih Pemerintahan, Prabowo: Pemerintah Bersih Kunci Kebangkitan Bangsa

140
×

Tegaskan Bersih-Bersih Pemerintahan, Prabowo: Pemerintah Bersih Kunci Kebangkitan Bangsa

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto menyebut, penyerahan uang Rp Rp13.255.244.538.149 atau Rp 13 triliun dari Kejaksaan Agung (Kejagung) ke negara

TITIKNOL.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan tekadnya untuk melakukan bersih-bersih pemerintahan.

‎Ia menekankan bahwa kunci utama kebangkitan bangsa terletak pada pemerintahan yang bersih dari korupsi dan berpihak sepenuhnya pada kepentingan rakyat.

‎Penegasan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan akad massal 50.030 Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sekaligus serah terima kunci di Serang, Sabtu (20/12/2025).

‎Menurut Prabowo, pemerintahan yang bersih bukan hanya kebutuhan Indonesia, melainkan pelajaran penting bagi seluruh negara di dunia.

‎Ia menilai sejarah telah membuktikan bahwa kesejahteraan hanya dapat terwujud jika negara dijalankan dengan kejujuran.

‎“Saya bertekad membersihkan aparat, karena aparat adalah yang akan meneruskan dan memberi pelayanan kepada rakyat,” ujar Prabowo dalam sambutannya.

‎Ia menegaskan bahwa jika aparat pemerintahan tidak jujur dan tidak bekerja dengan baik, maka kekayaan negara tidak akan pernah sampai kepada rakyat.

‎Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi sumber kegagalan banyak negara dalam membangun kesejahteraan.

‎“Ribuan tahun pemerintah yang bersih adalah kunci kebangkitan suatu bangsa. Kesejahteraan akan datang manakala pemerintah kita bersih,” tegasnya.

‎Prabowo juga menyinggung soal pengelolaan anggaran negara. Ia menilai tidak ada arti anggaran bernilai fantastis jika manfaatnya tidak dirasakan langsung oleh masyarakat.

‎“Saudara-saudara sekalian, boleh kita anggarkan ratusan triliun. Kalau itu tidak sampai ke rakyat, sangat sedih kita,” ucap Prabowo.

‎Lebih lanjut, Prabowo mengingatkan bahwa jabatan presiden bersifat sementara.

‎Ia menegaskan dirinya bisa datang dan pergi, sehingga loyalitas aparatur negara harus diberikan kepada rakyat dan negara, bukan kepada individu.

‎“Saya minta kepada para menteri, jangan setia kepada Prabowo. Prabowo bisa datang, Prabowo bisa pergi, Prabowo manusia,” katanya.

‎Ia pun menutup dengan penegasan agar seluruh jajaran pemerintahan tetap setia kepada Republik Indonesia dan kepentingan rakyat sebagai pemilik kedaulatan tertinggi. (*/)

Baca Juga:   ‎Melihat Progres IKN 2025 Lewat Google Earth, dari Hutan Menjadi Kota