TITIKNOL.ID, PENAJAM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melaporkan status malaria di wilayahnya kini telah masuk zona hijau, seiring penurunan kasus yang signifikan dalam tiga tahun terakhir.
Fungsional Entomologi Dinkes PPU, Harjito Ponco Waluyo, menyebut perubahan status ini merupakan hasil langkah proaktif yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Pada 2023 kita masih zona merah dengan 1.315 kasus. Tahun 2024 turun menjadi 558 kasus dan berstatus kuning. Tahun 2025 kembali turun menjadi 169 kasus dan sekarang sudah zona hijau,” ujar Ponco, Rabu (31/12/2025).
Capaian tersebut sekaligus memenuhi target Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, yakni menurunkan kasus malaria hingga 50 persen dari tahun sebelumnya.
Tahun 2025, dari suspek 19.106 orang, total 169 dinyatakan positif terjangkit malaria. Laporan terbanyak berasal dari wilayah kerja Puskesmas Sotek dengan 86 kasus. Sementara fasilitas kesehatan lain di Kecamatan Sepaku mencatat 36 kasus. Sisanya tersebar di Babulu, Penajam, dan Waru.
“Alhamdulilah melampaui 50 persen. Annual Parasite Incidence (API) kita sekarang 0,83, sudah di bawah satu,” tambahnya.
Menurut Ponco, penurunan kasus didorong berbagai intervensi, di antaranya pembagian 64.500 kelambu ke 29 desa dan kelurahan.
Selain itu, Dinkes PPU juga melakukan kemoprevensi malaria bagi kelompok masyarakat mobile migran populasi (MMP).
“Pemberian obat antimalaria menyasar sekitar 500 warga, seperti perambah hutan dan masyarakat khususnya di wilayah Riko, Bukit Subur, Sotek, Semoi II, hingga area PT Fajar Surya Swadaya,” jelas Ponco.
Upaya lain dilakukan melalui peran sekitar 40 kader aktif yang bertugas mendeteksi kasus sejak dini guna memutus rantai penularan.
“Alhamdulillah kasus kita terus menurun,” pungkasnya.
(TN01)












