TITIKNOL.ID, PENAJAM – Perum Bulog menyiapkan kuota serapan gabah kering panen petani Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sebesar 15.268 ton pada 2026.
Kepala Dinas Pertanian PPU, Andi Tradodiharto, mengatakan, dengan harga pembelian pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram, serapan tersebut berpotensi memutar uang hingga sekitar Rp80 miliar dalam setahun.
Andi, menyebut kebijakan itu menjadi peluang besar bagi petani sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan mereka.
“Ini peluang baru bagi petani. Dampaknya langsung ke peredaran uang di daerah,” kata Andi, Rabu (21/1/2026).
Namun demikian, tantangan utama, menurutnya ada pada peningkatan indeks pertanaman (IP), yang sangat bergantung pada ketersediaan air.
Olehnya itu, Distan PPU telah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk memperkuat infrastruktur irigasi.
“Kuncinya adalah IP bisa ditingkatkan, sepanjang sumber air terjaga. Karena itu, kami berkoordinasi dengan BWS untuk pembangunan irigasi dan sumur untuk pemenuhan kebutuhan air petani,” jelasnya.
Ia menambahkan, terpenuhinya pasokan air akan memastikan alat dan mesin pertanian dapat beroperasi optimal tanpa jeda dalam proses tanam.
Dukungan alat pertanian dari Kementerian Pertanian melalui program brigade pangan juga dinilai sangat membantu pengelolaan lahan sawah.
Dengan berbagai dukungan tersebut, Dinas Pertanian PPU menargetkan Indeks Pertanaman mencapai IP 300 agar lahan baku sawah dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan benih, pupuk bersubsidi, serta bahan bakar bersubsidi, yang dibarengi pendampingan intensif penyuluh pertanian kepada gabungan kelompok tani (gapoktan).
“Kita optimistis target itu bisa tercapai,” ujarnya.
Andi menegaskan, tidak seluruh hasil panen petani akan disuplai ke Bulog. Sebagian produksi tetap digunakan untuk kebutuhan konsumsi petani dan masyarakat setempat.
(TN01)












