FilmTitiknolSeleb

Kisah Ikonik Ambo dan Buaya Riska di Bontang Kaltim Resmi Diangkat ke Layar Lebar

126
×

Kisah Ikonik Ambo dan Buaya Riska di Bontang Kaltim Resmi Diangkat ke Layar Lebar

Sebarkan artikel ini
FILM AMBO RISKA - Dunia perfilman tanah air akan segera menyambut sebuah karya yang tak biasa. Bukan sekadar fiksi, kisah nyata tentang ikatan batin luar biasa antara manusia dan reptil dari Kota Bontang, Kalimantan Timur, kini tengah bertransformasi menjadi sebuah film layar lebar berjudul "Ambo Riska". (HO/Kawaland)

Terpisah oleh aturan, namun disatukan oleh rasa. Kisah haru perpisahan Ambo dan buaya yang dianggapnya anak sendiri, Riska, kini bertransformasi menjadi sebuah mahakarya film drama misteri

TITIKNOL.ID, BONTANG – Dunia perfilman tanah air akan segera menyambut sebuah karya yang tak biasa.

Bukan sekadar fiksi, kisah nyata tentang ikatan batin luar biasa antara manusia dan reptil dari Kota Bontang, Kalimantan Timur, kini tengah bertransformasi menjadi sebuah film layar lebar berjudul “Ambo Riska”.

Siapa yang tak kenal Riska? Buaya muara sepanjang hampir 5 meter ini menjadi fenomena global sejak tahun 2020.

Selama 26 tahun, Riska hidup berdampingan dengan Ambo, warga Muara Sungai Guntung yang merawatnya layaknya anak kandung di habitat alaminya. Meski pada 2023 silam BKSDA Kaltim harus mengevakuasi Riska demi alasan keamanan, memori tentang persahabatan “mustahil” ini tetap abadi di hati masyarakat.

Saudara Kembar tak Kasat Mata

Kisah yang sempat menyayat hati publik saat proses perpisahan tersebut kini digarap serius oleh rumah produksi Kawaland Film.

Fatqurozi, sang sutradara sekaligus penulis dan aktor dalam proyek ini, mengungkapkan bahwa sudah saatnya industri kreatif lokal melangkah lebih jauh dari sekadar film pendek.

“Kami melihat potensi teman-teman sudah matang untuk mengerjakan proyek yang lebih besar. Memproduksi film layar lebar bukan hanya soal idealisme, tapi bagaimana menyampaikan cerita yang sederhana agar mudah diterima luas,” ujar Fatqurozi saat dihubungi, Rabu (28/1/2026).

Menariknya, film ini tidak hanya menjual drama persahabatan biasa. Fatqurozi mengemasnya ke dalam genre drama misteri yang mengeksplorasi sisi sakral di balik hubungan Ambo dan Riska.

Film ini akan mengangkat kepercayaan tradisional masyarakat Bugis mengenai mitologi Saule atau Saukang.

Baca Juga:   5 Fakta Longsor di Pertambangan Palaran Samarinda Kaltim, Ada Korban Jiwa hingga Terseret 15 Meter 

Dalam tradisi ini, manusia diyakini memiliki kembaran non-manusia, dan bagi warga yang hidup di rawa atau sungai, buaya sering dianggap sebagai “saudara tua”.

“Ini adalah hubungan yang unik dan sakral. Kami ingin menjawab rasa penasaran publik: apa alasan sebenarnya di balik ikatan spesial yang tidak bisa dilakukan semua orang ini?” jelas Fatqurozi.

Proyek yang sudah digodok sejak 2023 ini kini memasuki tahap pematangan cerita dan pencarian investor.

Tak hanya menyasar bioskop komersial, film Ambo Riska juga diproyeksikan untuk bersaing di berbagai festival film internasional.

Selain menyajikan cerita yang kuat, keindahan ekosistem mangrove di Bontang akan menjadi latar utama, sekaligus membawa pesan penting mengenai pelestarian lingkungan.

Rencana Timeline Produksi:

  • Maret 2026: Produksi teaser berdurasi 3-4 menit.
  • Akhir 2026: Target mulai proses syuting (tergantung pembiayaan).
  • 2027: Target penayangan perdana di layar lebar.

Langkah ini diharapkan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Dinas Pariwisata untuk mempromosikan kearifan lokal ke kancah nasional hingga mancanegara.

(*)