TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Pihak Polresta Samarinda membeberkan kejadian sebenarnya, mengenai longsor di lokasi pertambangan yang ada di Palaran, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.
Kali ini ada 5 fakta yang terungkap yang dirangkum oleh Titiknol.id, soal petaka longsor di lokasi pertambangan batu bara di Palaran.
- Beredar di Media Sosial
Mencuatnya kejadian longsor lokasi pertambangan bermula dari beredarnya di media sosial.
Terdapat potongan video peristiwa longsor di area tambang batu bara tersebar di media sosial pada Rabu 11 September 2024.
Rekaman video yang tersebar itu memperlihatkan kondisi tanah yang bergerak menyerupai aliran air dan menyapu seluruh benda di sekitarnya termasuk alat berat.
Dalam video itu terlihat sebuah excavator dan dumptruck yang ikut terbawa.
Selain itu salah satu operator excavator juga ikut terseret gerakan tanah yang mendadak menjadi aliran air lumpur yang menyapu area sekitarnya tersebut.
2. Bukan Lokasi Loa Janan Kukar
Berdasarkan penelusuran dan informasi yang beredar, kecelakaan kerja di area tambang batu bara itu terjadi di KM 8, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Bahkan nyawa pekerja yang terseret arus dikabarkan tak terselematkan.
Kejadiannya sendiri diketahui terjadi pada Selasa 10 September 2024 sekitar pukul 16.00 Wita.
Namun kabar yang beredar di media sosial mengenai wilayah kejadian di Loa Janan Kukar kemudian dibantah oleh Kapolsek Loa Janan, AKP Iswanto.
AKP Iswanto menyebut, tempat kejadian longsor di pertambangan batu bara ini masuk dalam wilayah Kecamatan Palaran, Kota Samarinda.
3. Dilaporkan Ada yang Meninggal
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Palaran, Kompol Zarma Putra yang dikonfirmasi terpisah membenarkan adanya peristiwa kecelakaan kerja di area tambang batu bara yang ada di wilayah Kecamatan Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur.
“Satu orang pekerja meninggal dunia, karena tertimbun longsor,” ujar Kompol Zarma.
Korban meninggal merupakan operator kendaraan alat berat ekskavator.
Korban bernama Medir (36), yang berdomisili di Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
4. Korban Terseret Longsor 15 Meter
Ketika kejadian alat berat ekskavator itu kena pergerakan tanah, sempat terseret longsor sejauh 15 meter sebelum akhirnya terkubur.
TKP berada di wilayah Kelurahan Handil Bakti. Tepatnya di site Efendi yang masuk di lingkungan RT 27.
“Untuk konsesinya sendiri merupakan milik PT Insani Bara Perkasa (IBP), tetapi yang mengerjakan yakni PT Belengkong Mineral Resource (BMR),” beber Kompol Zarma.
5. Polisi Mulai Penyelidikan
Sejauh ini pihaknya masih melakukan penyelidikan bersama dengan Satreskrim Polresta Samarinda terkait peristiwa longsor di lokasi pertambangan batu bara.
Tentu saja lokasi kejadian akan diselidiki, dan sementara waktu tertutup untuk segala aktivitas pertambangan.
Untuk korban (Medir) yang sempat tertimbun sudah ditemukan pagi tadi (Rabu kemarin).
“Sekarang posisi jenazah ada di RSUD IA Moeis menunggu pihak keluarga,” kata Kapolsek Palaran, Kompol Zarma Putra. (*)












