TITIKNOL.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menciptakan sekitar satu juta lapangan kerja.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan taklimat dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Prabowo menegaskan, hingga saat ini jumlah penerima manfaat Program MBG telah mencapai sekitar 60 juta orang.
Angka tersebut ditargetkan meningkat hingga 82 juta penerima paling lambat Desember 2026.
“MBG kita sudah sampai 60 juta penerima hari ini. Kita akan mencapai 82 juta paling lambat Desember 2026. Dengan kondisi sekarang saja, program MBG telah menciptakan lapangan kerja satu juta orang,” ujar Prabowo.
Presiden menjelaskan, saat ini terdapat 22.275 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi.
Selain itu, terdapat 13.829 dapur lainnya yang masih dalam proses penilaian dan pengajuan.
Menurutnya, setiap dapur SPPG mempekerjakan sedikitnya lima orang tenaga kerja yang digaji setiap hari.
Dari jumlah dapur yang telah beroperasi tersebut, lapangan kerja langsung yang tercipta telah mencapai sekitar satu juta orang.
“Dengan 22 ribu dapur saja sekarang, kita sudah menciptakan lapangan kerja satu juta. Dua puluh dua ribu dikali minimal lima orang yang digaji tiap hari,” jelas Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo menambahkan bahwa keberadaan dapur SPPG juga mendorong tumbuhnya lapangan kerja tidak langsung.
Setiap dapur membutuhkan pasokan bahan pangan seperti tomat, sayuran, telur, ikan, ayam, dan daging yang melibatkan para petani, nelayan, dan pelaku usaha di tingkat desa.
“Di setiap dapur bisa menimbulkan 10 sampai 20 orang pemasok. Nanti di ujungnya, kalau kita sampai 82 juta penerima MBG, kita akan menciptakan 3 sampai 5 juta lapangan kerja,” ungkapnya.
Prabowo menekankan bahwa kebutuhan utama rakyat adalah pekerjaan, dan lapangan kerja tidak akan tercipta hanya dengan kritik tanpa solusi.
“Saya buktikan kepada saudara-saudara, Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia, saya telah menghasilkan sekarang satu juta lapangan kerja hanya dari MBG,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyinggung adanya upaya sebagian pihak yang dinilainya kerap menjelekkan bangsa.
Ia meminta agar perbedaan pandangan politik tidak dijadikan alasan untuk merusak persatuan nasional.
“Kalau saudara tidak suka dengan dua atau tiga orang, jangan merusak seluruh bangsa. Kalau tidak suka sama Prabowo silakan, 2029 bertarung,” tuturnya. (*/)












