Nasional

Kapan Awal Puasa Ramadan 2026? Ini Prakiraan Pemerintah, NU, Muhammadiyah dan BRIN

88
×

Kapan Awal Puasa Ramadan 2026? Ini Prakiraan Pemerintah, NU, Muhammadiyah dan BRIN

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi melihat hilal untuk menentukan awal Ramadhan. Foto: Getty Images/JasonDoiy

TITIKNOL.ID – Penentuan awal puasa Ramadan 2026 atau 1 Ramadan 1447 Hijriah kembali menjadi perhatian umat Islam di Indonesia.

Sejumlah lembaga, mulai dari pemerintah, organisasi keagamaan hingga lembaga riset, telah menyampaikan prakiraan masing-masing.

‎Perbedaan metode penetapan awal bulan Hijriah membuat tanggal 1 Ramadan kerap dinantikan masyarakat.

Berikut rangkuman prakiraan awal puasa menurut pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

‎Prakiraan 1 Ramadan Versi Pemerintah

‎Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan menetapkan awal Ramadan 1447 H melalui sidang isbat.

Berdasarkan informasi Kemenag, sidang isbat dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026, bertepatan dengan pemantauan hilal di berbagai titik di Indonesia.

‎Sidang diawali dengan pemaparan posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi (hisab), kemudian dilanjutkan dengan laporan hasil rukyatul hilal dari seluruh daerah.

Hasil sidang tersebut menjadi dasar penetapan resmi 1 Ramadan yang akan diumumkan kepada masyarakat.

‎Prakiraan 1 Ramadan Versi NU

‎Nahdlatul Ulama menetapkan awal Ramadan menggunakan metode rukyatul hilal yang didukung data hisab.

Mengacu pada data yang dipublikasikan melalui NU Online, posisi hilal pada akhir Syaban 1447 H menjadi faktor utama penentuan awal puasa.

‎NU akan menggelar rukyatul hilal di sejumlah lokasi yang telah ditentukan. Jika hilal teramati sesuai kriteria imkanur rukyah, maka 1 Ramadan ditetapkan keesokan harinya.

Keputusan akhir biasanya diumumkan setelah laporan rukyat dihimpun dan dikaji oleh Lembaga Falakiyah NU.

‎Prakiraan 1 Ramadan Versi Muhammadiyah

‎Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

‎Melalui Maklumat Nomor 2/MLM/1.0/E/2025, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Baca Juga:   Pj Bupati Makmur Marbun Targetkan Sektor Pendidikan di PPU Masuk 5 Besar Kaltim

Sementara Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1447 H ditetapkan pada Jumat, 20 Maret 2026.

‎Prakiraan 1 Ramadan Versi BRIN

‎Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) turut memberikan pandangan ilmiah terkait potensi awal Ramadan 2026.

Peneliti BRIN memprediksi 1 Ramadan 1447 H berpotensi jatuh pada 19 Februari 2026.

‎Koordinator Kelompok Riset Astronomi dan Observatorium Pusat Riset Antariksa BRIN, Prof Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa pada saat Magrib 17 Februari 2026 posisi hilal masih berada di bawah ufuk sehingga tidak mungkin dirukyat.

‎“Pada saat Magrib 17 Februari, posisi hilal masih di bawah ufuk. Jadi tidak mungkin diamati. Awal Ramadan pada hari berikutnya, yaitu 19 Februari 2026,” jelasnya.

‎Perbedaan prakiraan awal Ramadan merupakan hal yang kerap terjadi dan menjadi bagian dari dinamika penetapan kalender Hijriah di Indonesia.

Masyarakat diimbau menunggu pengumuman resmi dari masing-masing lembaga serta tetap saling menghormati perbedaan dalam menjalankan ibadah puasa. (*)