SamarindaTitiknolKaltim

Sidak DPRD Kaltim, Soroti Minimnya Alat Medis RSUD AWS hingga Menu Makan SMAN 10 Samarinda

50
×

Sidak DPRD Kaltim, Soroti Minimnya Alat Medis RSUD AWS hingga Menu Makan SMAN 10 Samarinda

Sebarkan artikel ini
SIDAK DPRD KALTIM -  Komisi IV DPRD Kalimantan Timur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua titik fasilitas publik utama di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur pada Senin (9/2/2026). Yaitu sekolah negeri dan rumah sakit di Kota Samarinda. (HO/DPRD Kaltim)

Gedung baru RSUD AWS Samarinda sudah berdiri megah, namun mungkinkah operasionalnya terganjal anggaran alat medis? Sementara itu, di balik asrama SMAN 10 Samarinda, para siswa tengah berjuang dengan minimnya fasilitas listrik dan menu makanan yang jauh dari kata ideal

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Komisi IV DPRD Kalimantan Timur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua titik fasilitas publik utama di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur pada Senin (9/2/2026).

Peninjauan ini menyasar RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Gedung Pandurata dan SMA Negeri 10 Samarinda guna memastikan kualitas layanan kesehatan serta pendidikan tetap berjalan optimal.

Sidak ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Baba, didampingi Wakil Ketua Andi Satya Adi Saputra, serta anggota komisi Syahariah Mas’ud dan Sarkowi V. Zahry.

Di RSUD AWS Gedung Pandurata, rombongan Komisi IV DPRD Kaltim memantau kesiapan gedung yang dijadwalkan mulai berfungsi pada Juni atau Juli 2026 mendatang.

Gedung baru ini dirancang memiliki kapasitas 540 tempat tidur sebagai solusi relokasi dari gedung lama yang selama ini sering terkendala masalah banjir.

Meski secara fisik bangunan hampir rampung 100 persen, Komisi IV DPRD Kaltim mencatat adanya tantangan serius terkait pemenuhan anggaran peralatan medis (alkes).

Hal ini menjadi poin krusial agar gedung megah tersebut tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga siap secara fungsional.

Sorotan pada Gizi Siswa

Usai meninjau layanan kesehatan, rombongan melanjutkan sidak ke SMAN 10 Samarinda.

Di lokasi ini, para legislator merespons keluhan siswa asrama terkait menu makanan yang dinilai masih jauh dari standar kecukupan nutrisi.

Selain masalah pangan, tim sidak juga menemukan kendala teknis berupa minimnya daya listrik yang mengakibatkan fasilitas dasar seperti lampu dan pendingin udara (AC) di area asrama tidak dapat berfungsi optimal.

Baca Juga:   Ekowisata di Kaltim Terkendala Infrastruktur, Punya Mangrove Terluas di Indonesia 

Menyikapi temuan tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Baba, mendorong adanya perbaikan layanan secara menyeluruh.

Ia bahkan mengusulkan agar para siswa asrama bisa mendapatkan intervensi melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Hasil sidak hari ini akan segera kami jadikan bahan evaluasi dan tindak lanjut. Kami ingin memastikan bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan di Kalimantan Timur tidak hanya di atas kertas, tapi benar-benar dirasakan manfaatnya,” tegas Baba.

(*)