SamarindaTitiknolKaltim

Pemkot Samarinda Sisir Pasar hingga SPBU demi Jamin Stok Pangan

80
×

Pemkot Samarinda Sisir Pasar hingga SPBU demi Jamin Stok Pangan

Sebarkan artikel ini
Foto ilustrasi bahan pokok makanan sembako. 

Jangan sampai harga melambung tinggi! Pemkot Samarinda bareng Forkopimda baru saja ‘ubek-ubek’ pasar dan gudang sembako pagi ini. Kira-kira stok beras dan bumbu dapur aman nggak ya buat persiapan Imlek dan Ramadhan nanti? Cek info lengkapnya di sini

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Menjelang peningkatan konsumsi masyarakat menyambut Imlek dan Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Samarinda bergerak cepat melakukan langkah antisipasi.

Pada Kamis (12/2/2026) pagi, jajaran Pemkot bersama Forkopimda menggelar inspeksi mendadak (sidak) Bahan Pokok dan Barang Penting (Bapokting) di berbagai titik distribusi vital.

Dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, tim gabungan yang melibatkan Kapolresta Samarinda serta kepala OPD teknis ini menyisir pasar tradisional hingga gudang distributor untuk memastikan harga tetap stabil dan stok aman.

Rombongan memulai pergerakan sejak pukul 08.30 Wita dari Balai Kota. Beberapa lokasi yang menjadi fokus pengecekan antara lain:

  • Gudang UD Dermaga (Jl. Yos Sudarso): Memantau fluktuasi harga di tingkat grosir.
  • SPBU Pertamina (Jl. Urip Sumoharjo): Memastikan kelancaran distribusi BBM dan ketersediaan energi bagi masyarakat.
  • Indogrosir (Jl. A.W. Syahranie): Pengecekan kualitas beras, kesesuaian timbangan, hingga ketersediaan stok pangan skala besar.
  • Pangkalan LPG Toko Harapan (Jl. Dr. Soetomo): Memastikan distribusi gas melon tepat sasaran dan tersedia cukup bagi rumah tangga.

Puncak sidak dilakukan di Pasar Segiri sekitar pukul 11.00 Wita.

Di pasar tradisional terbesar ini, tim memantau secara mendalam harga komoditas sensitif seperti cabai, bawang merah, jahe, dan bumbu dapur lainnya yang kerap mengalami lonjakan harga menjelang hari besar.

Cegah Penimbunan, Jaga Daya Beli

Wakil Wali Kota menegaskan bahwa sidak ini adalah bentuk komitmen pemerintah dalam mencegah praktik penimbunan barang.

Baca Juga:   Komisi II Dorong Pemkot Genjot PAD dari Wisata Sungai Mahakam

Sinergi antara Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan aparat penegak hukum menjadi kunci utama dalam menjaga ketenangan masyarakat.

“Kami tidak hanya memantau angka di label harga, tetapi juga memastikan pasokan strategis tersedia dalam jumlah cukup. Jangan sampai terjadi lonjakan harga yang tidak wajar,” tegas Saefuddin Zuhri.

Mengingat sebagian besar kebutuhan pokok Samarinda dipasok dari luar pulau, Pemkot terus memantau kondisi cuaca dan hasil panen di daerah produsen.

Evaluasi dari hasil sidak hari ini akan menjadi landasan kebijakan lanjutan, termasuk kemungkinan melakukan operasi pasar jika ditemukan ketidakstabilan harga yang signifikan.

“Intervensi pasar akan kami lakukan jika memang diperlukan. Kami terus memantau pergerakan harga harian di pasar-pasar tradisional agar daya beli warga tetap terjaga,” pungkasnya.

(*)