Ramadan di depan mata, bagaimana nasib harga pangan di Samarinda? Tenang, Pemkot sudah siapkan strategi mulai dari Gerakan Pangan Murah hingga amankan 35 ton stok ayam. Cek daftar harga dan ketersediaan stok selengkapnya di sini
TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Menyambut 1 Ramadan 1447 Hijriah yang jatuh pada Rabu (19/2/2026), Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bergerak cepat memastikan stabilitas harga dan kelancaran distribusi pangan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Langkah preventif ini diambil agar masyarakat dapat beribadah dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok.
Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, SE, MM, memimpin langsung rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Balaikota, Rabu (18/2/2026).
Rapat ini merupakan respons terhadap arahan Kemendagri untuk mengantisipasi gejolak harga sebelum memasuki bulan suci Ramadhan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
“Tugas utama kita adalah mengantisipasi kenaikan harga sebelum Ramadan tiba. Jangan sampai harga naik duluan sebelum puasa dimulai. Ini tantangan bagi kita sebagai ASN untuk melakukan antisipasi sebaik mungkin,” tegas Saefuddin mengutip arahan Sekjen Kemendagri, Tomsi Tohir.
Berdasarkan data nasional minggu kedua Februari 2026, cabai rawit dan daging ayam ras menjadi komoditas utama penyumbang inflasi.
Di Kota Samarinda, harga cabai di pasar berkisar Rp70.000 sampai Rp75.000 per kg.
Sebagai langkah intervensi, Pemkot menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang menjual cabai seharga Rp60.000 per kg.
Di sisi lain, beberapa komoditas justru menunjukkan tren penurunan harga, seperti bawang merah, bawang putih, telur ayam, hingga minyak goreng (Minyakita).
Stok Pangan dan LPG Dipastikan Aman
Pemkot Samarinda juga menjamin ketersediaan stok melalui berbagai lini:
- Daging Ayam dan Telur:
Perumda Varia Niaga mengamankan stok ayam beku sebesar 35 ton di cold storage dengan tambahan rutin 15 ton per minggu.
- Beras dan Minyak Goreng:
Bulog Samarinda memastikan stok aman untuk beberapa bulan ke depan dengan ketersediaan beras medium 7.650 ton dan minyak goreng 13.764 ton.
- Komoditi Ikan:
Stok ikan tangkap dan budidaya mencapai lebih dari 63 ton, meski harga ikan layang sempat fluktuatif karena faktor cuaca.
- Energi LPG 3 Kg:
Hasil sidak bersama tim Metrologi memastikan takaran tabung LPG sesuai ketentuan.
Pemkot juga memperingatkan agar tidak ada praktik penimbunan menjelang hari raya.
Kerja Sama Antar Daerah
Menyadari Samarinda bukan sentra produksi utama, Pemkot memperkuat sistem pasokan melalui 10 Nota Kesepahaman (MoU) dengan daerah penghasil strategis.
Langkah ini memastikan pasokan bawang, cabai, hingga telur tetap mengalir meski terjadi gangguan di salah satu wilayah pemasok.
“Pemerintah harus hadir sebelum harga melonjak. Pengendalian inflasi harus berbasis data dan kolaboratif,” pungkas Saefuddin Zuhri.
(*)












