Heboh anggaran mobil dinas Rp8,5 miliar. Saat dikritik mahasiswa, Gubernur Rudy Mas’ud beri jawaban menohok: ‘Jangan saya disuruh pakai Kijang’. Apa alasan di baliknya?
TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Pengadaan mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) tengah menjadi sorotan publik di Kalimantan Timur.
Pasalnya, pagu anggaran untuk kendaraan operasional tersebut menyentuh angka fantastis, yakni Rp8,5 miliar.
Meski merek resminya belum diumumkan secara gamblang, spesifikasi kendaraan tersebut sudah terpampang jelas dalam sistem Inaproc Pemprov Kaltim.
Mobil tersebut diketahui berjenis SUV Hybrid dengan kapasitas mesin 2.996 cc bertenaga 434 HP.
Keunggulannya didukung oleh baterai 38,2 kWh dengan penggerak listrik 140 kW yang menghasilkan torsi 620 Nm.
Isu ini mencuat kembali saat Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menghadapi aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (Aliansi GERAM) pada Senin (23/2/2026).
Menanggapi cecaran pertanyaan mahasiswa, Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud mengimbau semua pihak untuk tetap tenang dan mengedepankan asas tabayun (klarifikasi) ketimbang suudzon (berprasangka buruk), apalagi di tengah suasana bulan suci Ramadan.
“Kami di Kalimantan Timur sampai hari ini belum ada mobil dinas dari Pemprov Kaltim. Yang ada itu di Jakarta,” ujar orang nomor satu di Benua Etam tersebut.
Gubernur Rudy menegaskan bahwa pengadaan kendaraan tersebut sudah sesuai dengan koridor hukum, yakni Permendagri Nomor 7 Tahun 2006.
Aturan tersebut mengatur standar kendaraan dinas pejabat daerah, di mana batas maksimal kapasitas mesin untuk jenis sedan adalah 3.000 cc, sementara jenis jeep atau SUV maksimal 4.200 cc.
“Mobil yang diadakan masih masuk dalam aturan tersebut dengan kapasitas 3.000 cc,” tambahnya.
Kaltim sebagai Etalase IKN Nusantara
Lebih lanjut, Gubrnur Kaltim, Rudy Mas’ud menjelaskan bahwa posisi Kalimantan Timur kini sangat strategis di mata nasional maupun internasional, terutama sejak ditetapkannya sebagai lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
Menurutnya, fasilitas kedinasan harus mencerminkan martabat daerah.
“Ingat, Kalimantan Timur ini etalase Indonesia. Jangan saya disuruh pakai Kijang, Dek,” cetus Rudy di hadapan massa aksi.
Ia menambahkan, Pemprov Kaltim kerap menerima tamu penting, mulai dari pejabat nasional hingga delegasi global.
Oleh karena itu, standar fasilitas yang digunakan harus setara agar tidak dipandang sebelah mata oleh pihak luar.
“Jangan direndahkan masyarakat Kaltim ini, seolah-olah kita miskin banget,” tegasnya.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud kembali menekankan bahwa unit kendaraan mewah tersebut tidak ditempatkan di Kota Samarinda, melainkan untuk menunjang aktivitas kedinasan di Jakarta agar sesuai dengan standar protokol di ibu kota negara tersebut.
“Hari ini mobil Pemprov Kaltim tidak ada di sini (Samarinda). Adanya di Jakarta, dan kalau di Jakarta, ya harus disesuaikan standarnya,” pungkasnya. (*)












