Penajam

Beras Lokal PPU Didorong Masuk Pasokan MBG, Distan Siap Naikkan Kualitas

40
×

Beras Lokal PPU Didorong Masuk Pasokan MBG, Distan Siap Naikkan Kualitas

Sebarkan artikel ini

Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengupayakan peningkatan kualitas hasil produksi petani, karena beras lokal yang beredar dinilai masih kalah bersaing dengan beras dari luar daerah

PENINGKATAN KUALITAS – Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan. Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengupayakan peningkatan kualitas hasil produksi petani, karena beras lokal yang beredar dinilai masih kalah bersaing dengan beras dari luar daerah. (TITIKNOL.ID/CINDY)

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengupayakan peningkatan kualitas hasil produksi petani, karena beras lokal yang beredar dinilai masih kalah bersaing dengan beras dari luar daerah.

Daya beli masyarakat terhadap produk lokal dinilai lemah dan cenderung beralih ke hasil tani luar.

Bahkan untuk kebutuhan skala besar seperti dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), kebutuhan beras masih dipenuhi dari luar.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan, mengatakan 2025 seharusnya menjadi momentum kebangkitan sektor pertanian karena harga pokok penjualan (HPP) dan offstaker sudah ditetapkan pemerintah.

“Petani harus masuk dalam rantai pasok MBG. Itu yang kita dorong, agar kebutuhan dapur MBG setiap hari bisa dipenuhi dari petani kita sehingga tumbuh ekonomi baru,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Menurut dia, beras lokal sebenarnya layak konsumsi dan sudah melalui uji laboratorium. Distan juga akan melakukan uji tanak, termasuk mencoba varietas Impari 32 untuk meningkatkan cita rasa.

Saat ini pengadaan beras untuk MBG masih banyak berasal dari Banjar dan Balikpapan. Padahal PPU merupakan daerah penghasil.

Distan PPU memastikan akan terus meningkatkan mutu produksi dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap beras lokal.

“Ada tim satgas pangan, nanti akan mengecek beras. Kami di hulu selalu menekankan pengelolaan pertanian organik dalam rangka meningkatkan mutu serta produktifitas kita melalui perbaikan sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Ini upaya kita,” jelasnya.(TN01)