Nasional

Bahlil Pastikan Cadangan BBM Nasional Aman, Pemerintah Siapkan Pembangunan Storage Baru

70
×

Bahlil Pastikan Cadangan BBM Nasional Aman, Pemerintah Siapkan Pembangunan Storage Baru

Sebarkan artikel ini
Menteri Bahlil Lahadahlia. (HO/Istimewa)

TITIKNOL.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional saat ini berada dalam kondisi aman dan bahkan telah melampaui standar minimal cadangan nasional.

‎Menurut Bahlil, kemampuan daya tampung cadangan BBM Indonesia selama ini memang masih terbatas, yakni maksimal sekitar 25 hari. Namun demikian, kondisi cadangan nasional saat ini masih berada dalam batas aman.

‎“Sejak lama kemampuan daya tampung BBM kita hanya maksimal sekitar 25 hari. Sehingga cadangan nasional kita minimal 20 sampai 23 hari. Sekarang cadangan BBM kita sudah 23 hari, jadi sudah di atas standar minimal cadangan nasional,” ujar Bahlil kepada awak media di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/3/2026).

‎Pernyataan tersebut disampaikan usai dirinya mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto yang membahas ketahanan energi nasional.

‎Bahlil menjelaskan, keterbatasan kapasitas penyimpanan BBM menjadi salah satu tantangan utama yang harus segera dibenahi pemerintah. Karena itu, Presiden Prabowo telah mengarahkan agar pembangunan fasilitas penyimpanan energi atau storage segera dilakukan.

‎“Kalau orang bilang harus stok sampai 60 hari, mau taruh di mana? Kita tidak punya storage. Makanya arahan Bapak Presiden agar segera membangun fasilitas penyimpanan baru,” jelasnya.

‎Ia menegaskan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki kemampuan untuk menambah cadangan minyak, namun keterbatasan tempat penyimpanan menjadi kendala utama yang selama ini dihadapi.

‎Pemerintah pun menargetkan pembangunan fasilitas penyimpanan baru tersebut dapat meningkatkan kapasitas cadangan energi nasional hingga mencapai tiga bulan.

‎Terkait rencana pembangunan storage tersebut, Bahlil mengungkapkan pemerintah saat ini tengah menyiapkan sejumlah alternatif lokasi, salah satunya berada di wilayah Sumatra.

‎Di sisi lain, Bahlil juga menyinggung potensi dampak konflik global terhadap pasokan energi dunia. Meski demikian, ia memastikan pasokan energi nasional masih dalam kondisi stabil untuk beberapa waktu ke depan.

‎“Kalau sampai sekarang belum terganggu. Tapi kalau konflik berlangsung lama pasti ada dampaknya. Namun untuk satu sampai dua bulan ke depan insyaallah masih aman,” tuturnya.

‎Pemerintah juga telah menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan pasokan energi global, salah satunya dengan melakukan diversifikasi sumber impor minyak.

‎Menurut Bahlil, impor BBM Indonesia saat ini sebagian besar berasal dari kawasan Asia Tenggara, bukan dari kawasan Timur Tengah, sehingga relatif lebih aman dari dampak konflik global.

‎Langkah penguatan cadangan energi dan pembangunan fasilitas penyimpanan baru tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, terutama menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. (*)