BalikpapanTitiknolKaltim

Kaltim Masuk 15 Besar Pengangguran Tertinggi Nasional, Bontang dan Kutim jadi Penyumbang Utama

79
×

Kaltim Masuk 15 Besar Pengangguran Tertinggi Nasional, Bontang dan Kutim jadi Penyumbang Utama

Sebarkan artikel ini
Cari kerja, sarjana muda membutuhkan info lowongan kerja. (Gemini Ai)

Kaya sumber daya alam, tapi pengangguran di atas rata-rata nasional? Kaltim masuk 15 besar provinsi dengan tingkat pengangguran tertinggi di Indonesia. Kota Bontang dan Kutim jadi sorotan. Apa yang salah? Simak bedah data lengkap BPS 2025 di sini

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Di balik gemerlap kekayaan sumber daya alamnya, Kalimantan Timur (Kaltim) masih menyimpan rapor merah di sektor ketenagakerjaan. 

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Agustus 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kaltim bertengger di angka 5,18 persen, melampaui rata-rata nasional yang berada di level 4,85 persen.

Capaian ini menempatkan Benua Etam di posisi ke-12 dari 38 provinsi dengan tingkat pengangguran tertinggi di Indonesia.

Sebuah ironi bagi provinsi yang dikenal sebagai tulang punggung ekonomi ekstraktif nasional.

Tingginya angka pengangguran di Kaltim tak lepas dari karakter ekonomi yang sangat bergantung pada sektor pertambangan.

Sebagai sektor padat modal, pertambangan cenderung fluktuatif dalam menyerap tenaga kerja.

Akibatnya, pertumbuhan lapangan kerja sering kali tidak sebanding dengan derasnya arus angkatan kerja baru setiap tahunnya.

Tantangan kian nyata bagi lulusan pendidikan menengah. Di Kaltim, lulusan SMK masih menjadi penyumbang pengangguran terbesar dengan TPT mencapai 7,72 persen.

Fenomena ini mempertegas adanya gap atau ketidaksesuaian (mismatch) antara kompetensi lulusan sekolah dengan kebutuhan industri di lapangan.

Bontang Tertinggi, Mahulu Terendah

Dari 10 kabupaten/kota di Kaltim, Kota Bontang mencatat TPT tertinggi yakni 6,36 persen.

Meski angkanya menurun dibanding tahun lalu, posisi Bontang sebagai kota industri tetap menjadi titik paling “panas” dalam urusan pengangguran.

Berikut adalah 5 daerah dengan tingkat pengangguran tertinggi di Kaltim (Agustus 2025):

  • Bontang: 6,36 persen
  • Kutai Timur: 6,20 persen (mengalami kenaikan)
  • Balikpapan: 5,84 persen
  • Samarinda: 5,31 persen
  • Kutai Barat: 5,21 persen
Baca Juga:   Dana TKD Kaltim Dipotong Triliunan, Pemprov Atur Ulang Napas Pembangunan

Sebaliknya, Kabupaten Mahakam Ulu tampil gemilang dengan TPT terendah di angka 2,84 persen sekaligus mencatatkan tingkat partisipasi angkatan kerja tertinggi (77,33persen).

Sementara itu, Penajam Paser Utara (PPU) yang menjadi lokasi IKN mencatat TPT cukup rendah di angka 4,26 persen.

Data BPS juga mengungkap kesenjangan partisipasi kerja yang mencolok berdasarkan gender.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) laki-laki mencapai 83,14 persen, sementara perempuan hanya berada di angka 48,72 persen.

Selain itu, dari 1,97 juta penduduk yang bekerja, sebagian besar masih masuk kategori “setengah pengangguran” atau pekerja tidak penuh waktu.

Sektor perdagangan besar dan eceran saat ini menjadi tumpuan utama penyerapan tenaga kerja di Kalimantan Timur (19,05persen), mengungguli sektor pengadaan listrik dan gas yang berkontribusi paling minim (0,59persen).

Daftar 15 Provinsi Pengangguran Tertinggi di Indonesia (Agustus 2025)

Secara nasional, Kaltim bersanding dengan provinsi-provinsi padat penduduk dan wilayah timur dalam daftar TPT tertinggi:

  • Papua (6,96persen)
  • Papua Barat Daya (6,85persen)
  • Jawa Barat (6,77persen)
  • Banten (6,69persen) …
  • Kalimantan Timur (5,18persen) …
  • Maluku Utara (4,55persen)

Pemerintah Provinsi Kaltim kini menghadapi tantangan berat untuk melakukan diversifikasi ekonomi agar tidak hanya bergantung pada “emas hitam”, sekaligus memperkuat link and match pendidikan agar angkatan kerja muda tidak hanya menjadi penonton di rumah sendiri.

(*)