Kapan lagi pulang kampung dikawal Kapal Perang? Warga Tarakan dan sekitarnya serbu program Mudik Gratis KRI menuju Sebatik dan Bunyu. Nggak cuma hemat ongkos hingga ratusan ribu, tapi juga jadi pengalaman seumur hidup bisa naik kapal kebanggaan TNI AL. Siapa nih yang nyesel nggak ikut? Cek keseruannya di sini
TITIKNOL.ID, TARAKAN – Program mudik gratis yang diinisiasi jajaran TNI Angkatan Laut (Lantamal XIII) menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah disambut antusias luar biasa oleh masyarakat.
Puluhan penumpang tampak semringah saat bersiap naik ke geladak Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) di Dermaga Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara pada Jumat (20/3/2026).
Bagi para pemudik, momen ini bukan sekadar soal menghemat biaya perjalanan, melainkan menghadirkan pengalaman langka nan membanggakan, merasakan sensasi menjadi “penumpang” di kapal penjaga kedaulatan negara.
Pengalaman Perdana Naik Kapal Perang Salah satu pemudik, Andi Muhammad Hairil, mengaku awalnya sempat ragu saat menerima informasi mudik gratis dari rekannya.
Pria yang bekerja sebagai agen kapal ponton di Tanjung Selor ini mengira kabar tersebut hanyalah isu belaka.
“Awalnya dapat info dari teman, saya kira cuma kabar burung. Tapi setelah saya cek ke akun resmi, ternyata memang betul ada mudik gratis naik KRI dari TNI AL,” ujar Hairil sesaat sebelum keberangkatan.
Tanpa membuang waktu, Hairil langsung mendaftar dengan proses yang menurutnya sangat mudah, cukup mengirimkan foto KTP. Baginya, program ini adalah berkah di tengah masa cuti yang terbatas.
Biasanya dari Tanjung ke Tarakan saja habis Rp150 ribu, kalau ke Sebatik bisa Rp280 ribu.
“Dengan adanya mudik gratis ini, tentu sangat membantu ekonomi. Apalagi ini pertama kalinya saya naik KRI, jadi sekalian cari pengalaman baru,” ungkapnya senang.
Hemat Ratusan Ribu Rupiah
Cerita serupa datang dari pasangan suami istri, Chandra dan Luna. Bersama buah hati mereka, pasangan ini memilih ikut mudik gratis dengan tujuan Pulau Bunyu. Luna mengaku mendapatkan informasi valid tersebut melalui Instagram resmi Lantamal.
“Langsung kami chat admin WhatsApp-nya untuk konfirmasi. Biasanya kalau ke Bunyu per orang kena Rp120 ribu, kalau bertiga sudah lumayan sekali biayanya. Jadi ini sangat membantu,” kata Luna.
Senada dengan istrinya, Chandra mengaku selain faktor gratis, ia memang menyimpan rasa penasaran ingin menjajal gagahnya kapal perang milik TNI AL. “Sebenarnya memang pengen coba rasanya naik kapal KRI juga,” ujar Chandra sambil tersenyum.
Berharap Ada Program Arus Balik Meski sangat terbantu dengan keberangkatan ini, para pemudik menyimpan satu harapan besar kepada pihak TNI AL, yakni adanya program serupa untuk arus balik nanti.
“Kami belum tahu jadwal balik kapan karena belum ada informasi untuk mudik gratis arus balik. Harapannya sih ada juga, jadi bisa ikut rombongan KRI lagi,” pungkas Chandra.
Dengan pengawalan ketat dan fasilitas yang memadai, pemberangkatan mudik gratis ini diharapkan menjadi solusi transportasi yang aman dan berkesan bagi warga Kalimantan Utara dalam merayakan hari kemenangan di kampung halaman.
(*)












