TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengejar pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai bagian dari program strategis nasional.
Program dari pemerintah pusat itu diarahkan untuk mendorong kawasan pesisir Benuo Taka lebih tertata, produktif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto, mengatakan pihaknya terus berupaya agar pembangunan KNMP bisa direalisasikan di PPU pada 2026.
“Dalam waktu dekat kita akan kedatangan tim Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk survei lokasi. Paling tidak ada satu titik yang bisa dibangun,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Pemkab PPU sebelumnya telah mengusulkan delapan lokasi yang tersebar di Kecamatan Penajam, Babulu, hingga Waru.
Lokasi-lokasi tersebut dinilai memiliki potensi untuk mendukung pengembangan perikanan, mulai dari akses pasar hingga penguatan distribusi hasil laut.
“Kalau KNMP dibangun oleh KKP, nanti akan ada peningkatan infrastruktur perikanan. Seperti pabrik es, cold storage, sampai pengembangan kuliner,” kata Andi.
Ia menyebut pembangunan KNMP akan berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
Apalagi, potensi perikanan tangkap di PPU cukup besar, namun masih membutuhkan dukungan sarana dan prasarana.
“Kalau dulu ada program kampung nelayan maju, sekarang KNMP ini lebih diperluas, baik dari sisi fasilitas maupun pemberdayaan masyarakatnya,” jelasnya.
Sejumlah wilayah yang diusulkan saat ini di antaranya Sesumpu, Kayu Api, Tanjung Tengah, Logpond CV Alas, Logpond SDR, Api-Api, Sesulu, dan Babulu Laut.
“Ada beberapa lokasi yang kita usulkan, termasuk Api-Api dan Sesulu di Kecamatan Waru. Syaratnya lahan harus hibah, bisa dari pemerintah daerah atau masyarakat. Setelah itu baru dibahas lebih lanjut,” tutupnya.
(TN01)












