TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai menggarap penataan kawasan Pelabuhan Penajam yang selama ini padat dan semrawut.
Area sekitar Pelabuhan Feri hingga Gang Buaya, seluas 3 sampai 5 hektare, dipetakan untuk ditata ulang sebagai pintu masuk menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).
Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin menegaskan, pembenahan kawasan ini tak bisa dilakukan secara tergesa. Ia mengingatkan, aktivitas warga di dalamnya cukup padat dan menyangkut mata pencaharian.
“Ini tidak bisa langsung kita rapikan begitu saja. Pendekatannya secara persuasif. Jangan sampai niat menata justru menimbulkan penolakan,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Menurut Waris, komunikasi dengan warga jadi kunci. Ia bahkan menyatakan siap turun langsung ke lapangan untuk menjembatani dialog jika muncul potensi gesekan.
Dijelaskan, langkah awal penataan belum menyentuh fisik. Fokus pemda masih pada pendataan menyeluruh, mulai dari luas lahan, penguasaan hingga kepemilikan riil warga.
Sementara itu, Sekretaris Daerah, Tohar menyebut, akurasi data jadi fondasi sebelum masuk ke tahap berikutnya.
“Yang terpenting adalah memastikan data akurat, baik terkait kepemilikan maupun penguasaan lahan supaya kebijakan yang diambil tidak menimbulkan persoalan baru,” katanya.
Pendataan dilakukan tim khusus yang kini turun langsung ke lapangan. Verifikasi legalitas bangunan juga mulai dilakukan.
Selama ini, kawasan pelabuhan memang jadi sorotan. Selain kumuh dan semrawut, posisinya adalah pintu masuk utama menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). Wajah depan daerah dinilai belum siap.
Pemkab menargetkan pendataan rampung pada 2026, bersamaan dengan penyusunan masterplan kawasan. Pelabuhan Penajam nantinya tidak hanya ditata rapi, tapi juga diarahkan menjadi kawasan komersial penunjang IKN.
Di sisi lain, sebagian aset pelabuhan seperti dermaga juga direncanakan diserahkan ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui skema P3D mulai 2026 untuk meningkatkan pengelolaan.
Penataan ini jadi salah satu pekerjaan rumah mendesak bagi PPU, memoles kawasan yang selama ini terkesan semrawut menjadi gerbang utama menuju IKN.
Langkah tersebut diharapkan bisa mempercepat pembenahan pengelolaan, sekaligus memastikan Pelabuhan Penajam benar-benar siap jadi pintu masuk IKN.
(TN01)












