PenajamTitiknolKaltim

Musim Kering Mengintai, BPBD PPU Siagakan Pasukan Hadapi Ancaman Karhutla

18
×

Musim Kering Mengintai, BPBD PPU Siagakan Pasukan Hadapi Ancaman Karhutla

Sebarkan artikel ini
Kebakaran lahan yang terjadi di PPU, tim BPBD bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi.

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai memperketat kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring prediksi dampak El Nino yang diperkirakan berlangsung Juni hingga akhir September 2026.

Kepala BPBD PPU, Nurlaila, mengatakan langkah antisipasi sudah digerakkan sejak April, bersamaan dengan momentum Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB).

Fokusnya, memastikan kesiapan personel, peralatan, hingga pola koordinasi di lapangan.

“Selain menyongsong HKB, kami juga simultan menyiapkan langkah menghadapi prediksi BMKG terkait El Nino,” kata Nurlaila, Jumat (10/4/2026).

Ia menegaskan, penanganan karhutla tidak bisa berjalan sendiri. Latihan bersama lintas sektor terus didorong untuk menyamakan persepsi sekaligus membangun kekompakan tim saat menghadapi situasi darurat.

“Latihan fisik penting supaya di lapangan bisa bergerak sebagai satu kesatuan,” ujarnya.

BPBD juga mulai mengecek kesiapan peralatan, memastikan seluruh sarana pendukung bisa difungsikan saat dibutuhkan.

Di sisi lain, pemetaan titik rawan diperbarui dengan mengacu pada kejadian tahun sebelumnya.

Sejumlah wilayah kembali masuk daftar rawan, di antaranya Desa Giripurwa, Kelurahan Petung, Kecamatan Waru, hingga Kelurahan Gunung Steleng.

Khusus lahan gambut, disebut menjadi prioritas pengawasan karena lebih rentan terbakar dan sulit dipadamkan.

“Kami cek kondisi di lapangan, termasuk ketersediaan air dan perubahan fungsi lahan. Yang perlu perhatian ekstra itu lahan gambut,” jelasnya.

Sementara di wilayah dengan tanah mineral, risiko kebakaran dinilai lebih rendah selama tidak ada aktivitas pembakaran.

Meski begitu, BPBD tetap mengintensifkan komunikasi dengan pemangku kewilayahan untuk menekan potensi kebakaran sejak dini.

BPBD melaporkan, data sementara hingga Maret 2026 terdapat empat kasus karhutla dengan luas terdampak sekitar 0,15 hektare.

Nurlaila mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membuka lahan dengan cara membakar. Jika terpaksa dilakukan, harus mengikuti aturan yang berlaku dan mempertimbangkan kondisi cuaca.

Baca Juga:   Gara-gara Gesekan dengan Anggota DPD RI, Jabatan Kapolres Kukar AKBP Dody Surya Bergeser

“Harus lapor ke RT atau lurah, dan lihat kondisi angin. Itu penting supaya tidak meluas,” tegasnya.

Untuk menghadapi puncak musim kering nanti, BPBD memastikan kekuatan personel dan armada dalam kondisi siap.

Tim gabungan yang melibatkan Damkar, Brigade Karhutla Dinas Pertanian, TNI/Polri hingga dukungan perusahaan juga telah disiagakan.

“Personel dan armada kita insyaallah cukup dan memadai,” pungkasnya.

(TN01)