TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Menjelang aksi unjuk rasa yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 21 April 2026 di Samarinda, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Kalimantan Timur memastikan kesiapan pengamanan dengan mengerahkan ribuan personel gabungan lintas instansi.
Langkah ini dilakukan guna menjaga ketertiban umum serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama aksi berlangsung, khususnya di kawasan pusat pemerintahan.
Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kaltim, Edwin Noviansyah Rachim, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif bersama TNI dan Polri.
Rapat koordinasi tersebut digelar pada 18 April 2026 sebagai upaya menyamakan persepsi dan strategi dalam pelaksanaan pengamanan di lapangan.
“Untuk kegiatan besok, kami sudah bersinergi bersama TNI-Polri. Dalam rapat koordinasi tanggal 18 April, kami menyamakan persepsi terkait pelaksanaan pengamanan unjuk rasa,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Pengamanan difokuskan di kawasan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, termasuk area Lamin Etam di Jalan Gajah Mada.
Sebagai langkah antisipatif, kawat berduri juga dipasang di sekitar lokasi untuk melindungi aset dan objek vital pemerintahan.
Total personel gabungan yang disiagakan mencapai sekitar 1.897 orang, terdiri dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, serta relawan.
Selain itu, personel cadangan juga disiapkan untuk memperkuat pengamanan jika diperlukan.
Dari internal Satpol PP Kaltim, sebanyak 185 personel diterjunkan dan ditempatkan di ring tiga dengan fokus pengamanan aset.
Dukungan tambahan juga datang dari Satpol PP Kota Samarinda melalui sistem bantuan kendali operasi (BKO) dengan sekitar 150 personel.
Sebagai bentuk kesiapan, simulasi pengamanan telah dilakukan pada 19 April 2026.
Aparat juga mengimbau masyarakat agar menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai demi menjaga kondusivitas Samarinda dan Kalimantan Timur. (*/)












