TITIKNOL.ID, PENAJAM – Sinyal fenomena El Nino 2026 mulai terasa di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU mengingatkan peralihan musim menuju kemarau kian menguat, ditandai dengan penurunan curah hujan dalam beberapa pekan terakhir.
Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila, mengatakan intensitas hujan hingga penghujung April menunjukkan tren menurun di sejumlah wilayah.
Kondisi ini disebut selaras dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Sesuai prediksi BMKG, untuk Kalimantan Timur, khususnya PPU, awal Juni sudah mulai terjadi penurunan curah hujan. Bahkan sekarang sudah mulai terasa,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).
Di sisi lain, suhu udara justru meningkat. Warga mulai merasakan hawa panas yang lebih dominan dibanding hari hujan.
Kondisi ini diperkirakan mencapai puncak pada Juli hingga Agustus mendatang.
“Jumlah hari tanpa hujan akan tinggi, panas juga meningkat. Mulai terasa di akhir triwulan kedua,” katanya.
Meski hujan ringan masih terjadi, perbedaan suhu saat cuaca panas dinilai semakin kontras. Dalam kondisi tertentu, panas terasa lebih menyengat dari biasanya.
Nurlaila menjelaskan, karakter El Nino sangat bergantung pada waktu kedatangannya.
Jika fenomena ini terjadi bersamaan dengan musim kemarau, dampaknya bisa lebih ekstrem.
“Kalau El Nino datang di musim kemarau, panasnya bisa dua kali lebih terasa. Itu yang menentukan tingkat keparahannya,” jelasnya.
BPBD PPU mengingatkan sejumlah potensi risiko yang mengiringi fenomena tersebut, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kekeringan, hingga ancaman gagal panen.
Kesiapan air bersih pun menjadi perhatian utama. BPBD PPU segera merapatkan koordinasi dengan pemerintah desa, kelurahan, hingga kecamatan untuk mengidentifikasi dan memetakan potensi sumber air di masing-masing wilayah.
BPBD juga mulai mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat terkait perubahan cuaca dan potensi dampaknya.
Disebutkan, kesiapan personel dan peralatan telah diperkuat melalui apel gabungan.
“Kami terus lakukan edukasi dan penyebaran informasi. Dari sisi kesiapan, personel dan peralatan dalam kondisi siap,” pungkasnya.
(TN01)












